
TimesKaltim.com, Samarinda – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke beberapa proyek infrastruktur milik Pemerintah Kota Samarinda yang baru saja rampung dikerjakan.
Proyek infrastruktur yang dimaksud antara lain ialah pengerjaan drainase Jl Dr Sutomo, Jl S Parman, Jl Abdul Wahab Syahrani, simpang tiga Jl Panjaitan dan Taman Samarendah. Selain proyek tersebut, sehari sebelumnya jajaran Komisi III juga melaksanakan sidak di Perumahan Pondok Surya Indah yang berlokasi di Jalan PM Noor.
Dari hasil sidak jajarannya, Ketua Komisi III Angkasa Jaya Djoerani mengungkapkan, bahwa hampir semua proyek Pemkot yang sedang dikerjakan ataupun telah selesai, kesannya dikerjakan dengan kurang maksimal.
“Progresnya seratus persen dikerjakan. Tapi hampir semua proyek pemerintah yang kami temui di lapangan dikerjakan asal-asalan,” ungkap Angkasa Jaya.
Dalam sidak tersebut, Politisi PDI-Perjuangan itu menerangkan, ada beberapa aspek yang menjadi penilaian mereka. Di antaranya progres pekerjaan, kualitas, fungsi hingga pendapat masyarakat.

“Ada 4 point yang kami pegang. Ya salah satunya pendapat masyarakat terkait proyek-proyek yang ada,” jelasnya.
Ia melanjutkan pengerjaan Taman Samarendah pun dinilai tidak rapi. Ditambah lagi dengan penutupan gorong-gorong di Jalan S Parman yang baru berapa hari selesai, telah rusak akibat dilindas kendaraan.
“Taman Samarendah dikerjaan tapi tidak rapi. Lalu itu penutup gorong-gorong di depan rumah jabatan Wali Kota itu kan sudah bengkok karena dilindas kendaraan, padahal baru dipasang,” ucapnya kesal.
Terkait tanggapan masyarakat, Angkasa mengatakan banyak warga merasakan manfaat dari proyek yang sudah dikerjakan, kendati kualitas pengerjaannya asal-asalan. Oleh karenanya, hasil sidak selanjutnya akan disampaikan ke Pemkot untuk segera ditindaklanjuti.
“Kalau drainase ada yang merasa belum puas ada juga yang puas. Karena keterangan dari warga, biasanya kalau banjir itu sampai 5 jam baru surut. Tapi setelah perbaikan drainase banjir 2 jam sudah surut. Waktu terlama itu, Intinya apa yang kita temui yah itu yang kita sampaikan apa adanya,” pungkasnya. (Aji)












