Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
DPRD Kota Samarinda

Komisi I DPRD Gelar RDP Bersama Disdukcapil Samarinda

250
×

Komisi I DPRD Gelar RDP Bersama Disdukcapil Samarinda

Sebarkan artikel ini

Wakil Ketua Komisi I DPRD Samarinda, Suparno. (Dok/Times Kaltim)

Timeskaltim.com, Samarinda – Laksanakan RDP bersama Disdukcapil Samarinda. DPRD Samarinda dapatkan beberapa informasi penting. Dari kesiapan blanko KTP hingga Aplikasi kependudukan.

Komisi I DPRD Samarinda lakukan Rapat Dengar Pendapat bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Samarinda. RDP yang dilaksanakan pada Rabu 26 Juli 2023 tersebut, membahas beberapa masalah.

Seperti penggunaan blanko untuk KTP yang sering sekali kehabisan stock. Hingga prioritas dinas yang menerbitkan KTP Gen-Z sebagai persiapan pemilih pemula dalam pemilu 2024.

Wakil Ketua Komisi I DPRD Samarinda Suparno menyampaikan Disdukcapil Kota Samarinda pada tahun 2023 telah memprioritaskan Gen-Z untuk blanko pembuatan KTP. 

“Mereka (Disdukcapil) memfokuskan blanko ini ke gen Z karena sekarang mereka pemilih pemula. Karena nanti yang ditakutkan adalah pemilih pemula terkendala KTP,” ucap Suparno, pada Rabu (26/7/2023).

Selain itu, dalam rangka mengurangi permasalahan keterbatasan blanko, Disdukcapil Samarinda juga menyediakan aplikasi Identitas Kependudukan Digital (IKD), dimana aplikasi IKD tersebut berstatus sebagai pengganti KTP yang selama ini berbentuk fisik.

Sehingga jika sudah memiliki IKD, maka tidak perlu punya KTP fisik lagi karena datanya sama.

“Aplikasinya elektronik ada di android. Jadi tidak perlu takut tercecer karena sudah ada di handphone dan datanya sama seperti fisik,” jelasnya.

Namun, meskipun telah disediakan aplikasi IKD, hingga kini pemerintah belum menghapuskan KTP fisik secara 100 persen dan tetap menyediakan blanko untuk penduduk yang belum bisa beralih ke layanan digital, terutama manusia usia lanjut (manula).

“Fisik tetap diprioritaskan, tapi karena kekurangan blanko jadi gen Z dan orang tua yang tidak mengerti dan tidak menggunakan android diprioritaskan,” pungkasnya. (Adv/Nik/Wan)