Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Eko Elyasamoko. (Iswan Syarif/Times Kaltim)
Timeskaltim.com, Samarinda – Juru Parkir (Jukir) liar dan premanisme masih ada terjadi di beberapa titik di Kota Samarinda, seperti yang terjadi di kawasan Tepi sungai Mahakam tepatnya di depan Islamic Center.
Di mana adanya pemerasan (pengamen) dan helm hilang yang terjadi kepada pengunjung Tepian yang sedang bersantai mengisi waktu luangnya.
Dan yang disayangkan nya juga di kawasan tersebut terdapat jukir, akan tetapi mereka tidak mau bertanggung jawab penuh atas kehilangan barang pengunjung tersebut.
Hal tersebut turut ditanggapi oleh anggota komisi III DPRD kota Samarinda, Eko Elyasmoko. Ia mengatakan bahwa keamanan di Kota Samarinda masih belum maksimal.
“Jangankan orang luar Samarinda, kita saja pernah kehilangan seperti itu padahal hanya ditinggal sebentar, artinya keamanan pengguna jalan belum maksimal,” ucapnya.
Kemudian, ia juga mengungkapkan bahwa kawasan tepian sungai Mahakam itu masih dalam jalan Pemerintah Provinsi, sehingga Pemerintah Kota masih belum bisa mengambil langkah lebih jauh.
“Ya mudah-mudahan itu bisa diambil alih oleh Pemkot guna menjaga keamanan,” ujarnya.
Terakhir, Legislator Basuki Rahmat ini berharap agar Pemkot Samarinda terus meningkatkan keamanan dan kenyamanan, terutama pada kawasan yang menjadi tempat berkunjung masyarakat Kota Tepian.
“Untuk pengamanan tingkat kota kita perlukan satpol PP untuk diperbanyak untuk menjaga kondusifitas kota Samarinda,” pungkasnya. (Adv/Nur/Wan)












