Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
DaerahSamarinda

Kasus Terkonfirmasi di Kaltim Tinggi, 34 Mahasiswa KKN Unmul Positif Covid-19

506
×

Kasus Terkonfirmasi di Kaltim Tinggi, 34 Mahasiswa KKN Unmul Positif Covid-19

Sebarkan artikel ini

TimesKaltim.com, Samarinda – Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) angkatan 47 Universitas Mulawarman (Unmul) masih berlangsung. Dikabarkan telah terjadi penambahan kasus positif terhadap 34 peserta KKN tersebut. Tim Kesehatan KKN Unmul, dr Swandari Paramita mengonfirmasi hal tersebut. 

Dikonfirmasi pada Kamis (22/7/2021), Swandari menyebutkan bahwa para mahasiswa KKN itu terpapar virus berasal dari klaster keluarga dan indekos. Ditegaskannya, mahasiswa yang positif itu sudah masuk ke dalam grup pemantauan Covid-19 KKN Unmul dan menjalani isolasi mandiri (isoman).

“Jadi mereka dipantau. Sebagian juga dipantau oleh fakultasnya masing-masing. Jadi seluruhnya dari 34, yang sudah selesai isoman itu ada 14 orang. Kalau yang sedang isoman ada 20 orang saja per hari ini,” ungkap Swandari.

14 orang yang sudah selesai isoman itu telah sesuai dengan arahan dari dokter dan puskesmas yang merawat mahasiswa bersangkutan. Ditanya mengenai gejala yang dirasakan para mahasiswa, Swandari membeberkan ada beberapa yang mengalami gejala ringan. Namun sebagian juga mengeluhkan demam tinggi dan batuk hebat. 

“Namun yang sampai ke arah serius itu tidak ada,” tegasnya. 

Para mahasiswa KKN itu juga turut mendapat pemantauan oleh dokter masing-masing di fasilitas kesehatan sekitar tempat tinggal. Tim Kesehatan KKN Unmul bertugas untuk merekap. 

“Contohnya ada mahasiswa KKN yang tinggal di Palaran. Nah itu sudah dipantau oleh Puskesmas setempat. Dapat obat dan sebagainya. Jadi mahasiswa itu hanya melapor ke kami bahwa dia sekarang lagi isolasi mandiri dan dipantau Puskesmas,” lanjut Swandari. 

Dijelaskan Swandari, dari sekian banyak mahasiswa yang mengikuti KKN tahun ini, hampir 70 persen berada di Samarinda. Sehingga, jumlah mahasiswa positif Covid-19 paling banyak berasal dari Samarinda. Sejak menerima informasi dari mahasiswa yang positif, pihaknya langsung bertanya terkait kontak terakhir. 

“Itu yang pertama kami tanyakan terkait riwayat kontak mereka dengan siapa saja. Dan mereka semua rata-rata bilang, kontak terakhir semua saat Juni dengan teman sekelompok. Tidak ada yang pas Juli karena sudah daring,” beber dosen di Fakultas Kedokteran (FK) Unmul itu.

Bicara soal pelaksanaan KKN, tempo hari Tim KKN Unmul sudah meminta agar seluruh kegiatan dilaksanakan secara daring. Sehingga dipastikan tidak ada lagi yang turun ke lapangan. 

“Cuma kan sekali lagi, mereka tetap ada interaksi dengan orang sekitar. Misalnya dengan teman kos, keluarga, sehingga tetap ada kemungkinan terkena Covid-19,” jelasnya lagi. 

Para dosen pembimbing lapangan (DPL) sudah diberitahu mengenai informasi tersebut sejak ditemukan kasus positif pertama saat awal Juli lalu. Sehingga hampir sebagian besar DPL sudah melarang untuk pelaksanaan luring. 

“Yang enggak paham kadang-kadang di pihak kelurahan atau desa. Ada beberapa di pelosok yang tetap minta harus luring. Padahal situasi lagi begini. Jadi kita tetap komunikasikan ke mereka untuk minta pengertiannya,” pungkasnya. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *