Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Kukar

Kasus DBD di Kukar Meningkat, Dinkes Fokus pada Deteksi Dini dan Pemberantasan Sarang Nyamuk

186
×

Kasus DBD di Kukar Meningkat, Dinkes Fokus pada Deteksi Dini dan Pemberantasan Sarang Nyamuk

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Nyamuk. (Istimewa)

Timeskaltim.com, Kukar – Jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) pada 2025 menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun lalu. Hingga September 2025, tercatat 2.800 kasus, naik dari sekitar 2.000 kasus pada 2024.

Kabid Pemberantasan, Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P3PL) Dinkes Kukar, Supriyadi, menegaskan meski kasus meningkat, angka kematian akibat DBD tetap nol. Menurutnya, hal ini menjadi tanda bahwa sistem deteksi dini dan pelayanan medis di fasilitas kesehatan sudah berjalan efektif.

“Deteksi dini menjadi kunci untuk mencegah kondisi pasien memburuk. Keterlambatan pemeriksaan sering kali menjadi penyebab utama terjadinya kasus fatal,” ujar Supriyadi, pada Jumat (03/10/2025).

Supriyadi menjelaskan, melonjaknya kasus DBD dipengaruhi faktor lingkungan dan iklim. Musim hujan menimbulkan banyak genangan air yang menjadi sarang nyamuk, sementara kepadatan penduduk memperbesar risiko penularan.

Sebagai langkah antisipasi, Dinkes mewajibkan seluruh puskesmas di Kukar menyediakan fasilitas rapid test DBD agar pasien bisa segera mendapatkan penanganan yang tepat. Selain itu, pemerintah daerah juga sedang menyiapkan Instruksi Bupati tentang pemberantasan sarang nyamuk untuk mendorong peran serta masyarakat.

“Pemberantasan sarang nyamuk tidak dapat dilakukan hanya oleh tenaga kesehatan, melainkan membutuhkan peran aktif masyarakat melalui gerakan 3M Plus,” jelas Supriyadi.

Wilayah dengan kasus DBD tertinggi tercatat di Tenggarong, Tenggarong Seberang, dan Muara Badak. Namun, Dinkes menegaskan fogging bukan strategi utama, melainkan hanya digunakan sebagai langkah terakhir. Fokus utama tetap pada pemberantasan sarang nyamuk.

Dinkes Kukar mengimbau masyarakat lebih waspada dengan menjaga kebersihan lingkungan, menguras tempat penampungan air, menutup wadah air, serta mengubur barang bekas yang berpotensi menjadi tempat nyamuk berkembang biak.

“Dengan langkah tersebut diharapkan angka kasus dapat ditekan,” pungkasnya. (Rob/Bey)