Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin ketika berkunjung ke lahan pertanian Kabupaten Kukar. (Roby Sugiarto/Times Kaltim)
Timeskaltim.com, Kukar – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar), Siap menjadi Penopang lumbung pangan Ibu Kota Negara (IKN). Hal tersebut direspon positif oleh Badan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) sambut dengan respon Positif.
Respon positif dari OIKN memberikan apresiasi kepada Pemkab Kukar, yang turut andil dalam mendukung ketahanan pangan di IKN Nusantara
Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin mengatakan Pemkab Kota Raja siap menjadi daerah penopang pangan IKN Nusantara.
Selain dari itu Rendi menyatakan, bahwa Kabupaten Kukar termasuk cangkupan wilayah dengan daerah IKN, sehingga mempunyai peran besar dalam menopang kebutuhan pangan masyarakat Ibu Kota.
Hal ini terlihat dari dukungan Pemkab Kukar terhadap aktivitas masyarakat yang menggeluti sektor pertanian.
“Sudah ada beberapa kecamatan yang kita tetapkan sebagai lokus pertanian khusunya sawah. Lahan-lahan yang ada akan dimaksimalkan lagi untuk menjadi lahan persawahan di wilayah inti IKN Nusantara,” ungkap Rendi saat ditemui wartawan Timeskaltim pada, Jumat (06/10/2023).
Beberapa program sudah berjalan dengan baik maupun dalam bentuk peningkatan infrastruktur ataupun daerah pemasok beras terbesar di Benua Etam, dalam jumlah tercapai 45 persen.
“Kukar merupakan pemasok utama beras di Kaltim mencapai 45 persen, dan ini akan terus kita tingkatkan, dengan mensuport para petani peralatan dan infrastruktur,” jelasnya.
Selain dari pada itu, Direktur Ketahanan Pangan OIKN, Setya P Lenggono menyatakan, bahwa kebutuhan pangan masyarakat di ibu kota baru tidak mungkin dapat dipenuhi oleh IKN sendiri.
“Tidak mungkin IKN dapat memenuhi pangannya sendiri. Ini harus terkonsolidasi dengan kabupaten dan kota di Kaltim, bahkan dengan provinsi di Kalimantan secara keseluruhan,” jelasnya.
Dirinya pun mengatakan, Bahkan ke depan akan ada kerja sama strategis antara Pemkab Kukar dengan OIKN terkait dengan program ketahanan pangan. Pihaknya akan membuat regulasi yang berisi perlindungan terhadap lahan pangan berkelanjutan.
“Nantinya melalui peraturan kepala kita buat regulasi terkait perlindungan lahan pangan berkelanjutan,” imbuhnya.
Setya berharap, petani harus diedukasi agar ada regenerasi yang melanjutkan proses pertanian.Pasalnya, jumlah petani semakin berkurang, dan yang saat ini masih bertahan merupakan masyarakat yang cukup berumur.
“Kita harus ubah ini, petani itu keren, selain itu kita harus menciptakan Petani milenial yang bisa pakai teknologi canggih,” harapnya. (Rob/Wan)












