Timeskaltim.com, Samarinda – Pemerintah resmi mengumumkan penutupan sementara Jembatan Mahakam 1 (JM1) imbas insiden tabrakan oleh ponton beberapa waktu lalu. Keputusan ini disampaikan dalam jumpa pers di ruang WIEK Diskominfo Kaltim pada Selasa (25/2/2025) pukul 10.42 WITA.
Perwakilan dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), Dinas Pekerjaan Umum, Kasatlantas Polresta Samarinda, serta Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda menyepakati penutupan ini atas rekomendasi DPRD Kaltim, khususnya Komisi II.
Langkah ini bertujuan guna memastikan keamanan jembatan yang telah berusia 39 tahun sebelum kembali dibuka untuk umum.
Plt. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim, Irhamsyah menjelaskan, bahwa meskipun secara visual jembatan masih dinyatakan aman, namun pihaknya ingin memperoleh kajian lebih rinci dan komprehensif.
Oleh karena itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan Komisi Keselamatan Jalan dan Jembatan di bawah Direktorat Jenderal Bina Marga guna melakukan investigasi struktural secara menyeluruh.
“Jembatan Mahakam 1 ini telah berusia 39 tahun dan telah ditabrak sebanyak 22 kali oleh kapal ponton. Maka dari itu, kami ingin memastikan kondisi sebenarnya sebelum mengambil keputusan lebih lanjut,” ujar Irhamsyah.

Dengan ditutupnya JM1, arus lalu lintas akan dialihkan ke Jembatan Mahakam 4 (JM4). Dishub Samarinda telah menyiapkan rekayasa lalu lintas dengan pemasangan barier untuk memastikan kelancaran arus kendaraan.
“Kami telah melakukan simulasi untuk memastikan kelancaran pengalihan ini. Pengguna jalan yang biasa melewati JM1 akan diarahkan ke JM4 dengan jalur yang telah disesuaikan. Pengaturan khusus juga diberlakukan bagi kendaraan berat,” terangnya.
Pihaknya juga menambahkan bahwa dalam beberapa hari pertama penutupan, akan ada petugas yang ditempatkan di titik-titik strategis untuk mengatur lalu lintas dan membantu pengguna jalan dalam beradaptasi.
Menyadari bahwa penutupan ini akan menimbulkan kemacetan dan bottleneck di beberapa titik, dirinya mengaku jika akan terus gencar mensosialisasikan aktivitas ini di berbagai media.
Selain itu, Dishub juga akan menggandeng pihak kepolisian untuk terus memantau kondisi di lapangan dan menyesuaikan rekayasa lalu lintas jika diperlukan.
“Penyesuaian ini pasti menimbulkan sedikit hambatan di awal, tapi ini langkah terbaik demi keamanan pengguna jalan,” tuturnya.
Keputusan mengenai penutupan JM1 direncanakan akan dimulai besok, Rabu (25/2/2025). Langkah tersebut diambil guna memastikan keselamatan para pengendara serta masyarakat diimbau agar dapat mengikuti arahan petugas maupun rambu lalulintas di jalan. (Bey)












