Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Health

Hari Kesehatan Mental Sedunia, Pentingnya Dukungan dan Kesejahteraan Mental

218
×

Hari Kesehatan Mental Sedunia, Pentingnya Dukungan dan Kesejahteraan Mental

Sebarkan artikel ini

Ilustrasi kesehatan mental. (Ist.)

Timeskaltim.com, Samarinda – Hari Kesehatan Mental yang jatuh setiap tanggal 10 Oktober menjadi momentum penting dalam meningkatkan kesadaran global tentang kesehatan mental.

Kesehatan mental telah menjadi isu yang semakin mendesak dan penuh perhatian di tengah dinamika global. Banyak orang mengalami kecemasan, depresi, hingga stres berkepanjangan makin menambah daftar peningkatan masalah kesehatan mental.

Sekretaris Daerah Kaltim Sri Wahyuni mengatakan, melalui hari kesehatan jiwa ini, penanganan pola kesehatan mental harus terus di review terutama pada lingkungan kerja.

“Kita ingin karyawan bisa produktif dengan hati yang senang tanpa beban ketika kembali ke rumah. Sehingga kinerja karyawan atau staf pun membaik,” ujar Sri Wahyuni, Jumat (11/10/2024).

Dirinya juga menekankan kepada rumah sakit umum daerah di provinsi maupun kabupaten dan kota yang tidak menangani langsung kasus kesehatan jiwa, tetap dapat berkontribusi untuk memberikan ruang bagi layanan kesehatan jiwa di tempat kerja masing-masing.

“Sehingga, ketika diperlukan penanganan kesehatan jiwa di kabupaten dan Kota di Kaltim, tidak menunggu sekian jam dulu dirujuk ke RSJD Atma Husada Mahakam. Tapi, juga bisa ditangani langsung di RSUD masing-masing,” jelasnya.

Menurutnya, dukungan sosial dari keluarga, teman, maupun komunitas memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan mental. Hubungan sosial yang kuat dapat membantu seseorang mengatasi stres dan menghadapi tantangan hidup.

“Dalam mencegah atau menghadapinya, banyak strategi yang bisa dilakukan, diantaranya meditasi dan aktivitas fisik juga terbukti dalam meningkatkan kesejahteraan mental,” tuturnya.

Dari banyaknya program layanan kesehatan mental, Sri berharap masyarakat mulai sadar dan mengurangi stigma serta diskriminasi terhadap mereka yang memiliki masalah gangguan mental atau kejiwaan.

“Harapannya perhatian terhadap kesehatan mental terus meningkat. Masyarakat maupun pemerintah perlu terus bersinergi untuk menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan mental,” pungkasnya. (Bey)