Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Samarinda

Harga Bahan Pokok Mengalami Lonjakan Jelang Awal Tahun 2024, Berikut Daftar Tarif Bapokting Terbaru

1185
×

Harga Bahan Pokok Mengalami Lonjakan Jelang Awal Tahun 2024, Berikut Daftar Tarif Bapokting Terbaru

Sebarkan artikel ini
Suasana Pasar Segiri.(Topan Setiawan/Times Kaltim)

Timeskaltim.com, Samarinda – Memasuki awal tahun 2024, pasokan komoditas pangan mengalami kenaikan. Terlihat, di beberapa harga Bahan Pokok dan Penting (Bapokting) di Pasar Segiri, Samarinda Kota.

Terpantau beberapa sayur-mayur. Seperti tomat dan bawang. Didapati pelonjakan harga jual yang signifikan. Hal tersebut dikonfimasi dari salah satu pedagang di Pasar Pagi, Muhammad Ansar.

Ia menyampaikan dalam dagangannya ada dua komoditas pangan yang mengalami pelonjakan harga. Harga normal tomat yang biasanya cuman sampai angka Rp12 ribu perkilo, kini tembus hingga Rp30 ribu perkilo.

Bawang prei juga termasuk salah satu komoditas yang mengalami kenaikan harga. Yang biasanya Rp30 ribu per kilogramnya, sekarang bisa capai Rp50-60 ribu per kilogramnya.

“Setiap awal tahun selalu ada aja kenaikan, ya kemungkinan fakto cuaca. Jadi stok berkurang,” ucap Ansar saat ditemui media, pada Kamis (4/1/2024).

Dengan adanya beberapa faktor yang menyebabkan kekosongan komoditas tersebut, menjadikan kenaikan harga yang sangat tinggi.

Salah satu pedagang di Pasar Pagi, Muhammad Ansar.(Hafif Nikholas/Times Kaltim)

Kendati demikian, Ansar optimis kenaikan harga tomat dan bawang prei tersebut tidak bertahan lama.

“Pasti turun lagi nanti harganya,” tuturnya.

Walau saat ini masih diharga tinggi. Tingkat penjualan dari komoditas tersebut masih stabil. Itu yang membuat tidak ada kekhawatiran pegadang.

“Alhamdulillahnya pembeli masih stabil, harga naik mereka tetap membeli,” pungkasnya.

Sementara itu, Pengawas Perdagangan Disdag Kota Samarinda, Heny Kartika Handayani menyebut, selama peninjauan harga dan ketersediaan bapokting di Pasar Segiri, ditemukan sejumlah item Bapokting mengalami kenaikan harga, seperti cabai dan bawang.

“Kenaikannya masih diangka wajar dan tidak begitu signifikan. Tapi setiap pasar itu berbeda. Ada yang tinggi ada yang rendah jadi bervariasi,” ucap Heny dihubungi via telepon, Kamis (4/1/2024) siang.

Heny bilang, variasi harga di setiap pasar disebabkan oleh panjangnya rantai distribusi, sehingga mempengaruhi harga jual. Seperti misalnya, ketika pedagang membeli di Pasar Segiri, kemudian menjualnya kembali dengan harga yang berbeda.

“Kalau di Pasar Segiri ini kan langsung ambil dari produsen terus langsung jual. Makanya harganya (harga cabai) berkisar Rp 85 ribu sampai Rp 90 ribu. Sejauh ini menjelang Nataru (Natal dan Tahun Baru), yang mulai naik tomat dan bawang putih,” tutupnya.

Dinas Perdagangan Kota Samarinda melansir, harga rata-rata Bapokting per 10 Januari 2023 seperti beras merek Bengawan Rp15.000 per Kg, beras Dolog Rp11.600, gula pasir Rp19.000 per Kg, tepung terigu Rp14.200 per Kg, minyak goreng Bimoli kemasan botol Rp21.200, minyak curah Rp10.000, telur ayam broiler Rp31.600, dan telur ayam kampung Rp48.000.

Selanjutnya, cabai merah besar Rp90.200 per Kg, cabai keriting Rp84.500 per Kg, cabai tiung Rp97.400 per Kg, cabai rawit Rp73.800 per Kg, bawang merah Rp 30.500 per Kg, dan bawang putih Rp36.000 per Kg.

Terpisah, Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Ahmat Sofyan Noor mengaku akan melakukan tinjauan untuk mengetahui kondisi di lapangan.

Untuk diketahui, kenaikan harga beberapa bahan pokok ini terjadi secara nasional terutama pada komoditas seperti cabai, gula dan beras.

Ahmat Sofyan Noor mengingatkan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda untuk melakukan survei harga sekaligus melakukan intervensi.

Bisa jadi kita akan lakukan tinjauan ke lapangan untuk memastikan kenaikan harga, makanya kita akan coba mengurangi beban masyarakat,” ungkapnya saat dikonfirmasi Times Kaltim, Kamis (4/1/2024) siang.

Ia berharap kenaikan beberapa harga bahan pokok yang terjadi pada skala nasional ini bisa segera berakhir dan dia juga menyinggung peran Pemkot yang harus aktif menciptakan inovasi.

“Pemkot mestinya aktif terhadap kenaikan harga ini, jangan sampai masyarakat yang sudah susah, makin susah karena harga pangan yang semakin mahal,” pungkasnya.(Nik/Wan)