Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Opini

Guru Dan Tantangan: Minat Siswa SMPN Kelas 8 Terhadap Mapel Sejarah Kebudayaan Islam 

585
×

Guru Dan Tantangan: Minat Siswa SMPN Kelas 8 Terhadap Mapel Sejarah Kebudayaan Islam 

Sebarkan artikel ini

Oleh: Naufal Fadhilah.(*)

PENDIDIKAN BERPERAN penting dalam membentuk karakter, memperluas wawasan, dan membantu individu memahami. Serta, menghargai berbagai aspek kehidupan. 

Selain itu, pendidikan dapat membantu dalam pengembangan keterampilan sosial. Pemecahan masalah, pemikiran kritis, dan keterampilan kerja yang diperlukan untuk sukses dalam dunia kerja. 

Pendidikan sejarah adalah cabang pendidikan yang menekankan pada studi dan pemahaman tentang peristiwa, proses, dan tokoh-tokoh penting dalam sejarah manusia. Fokusnya, meliputi, berbagai aspek seperti perubahan sosial, politik, budaya, ekonomi, dan lingkungan yang terjadi dari masa lampau hingga saat ini. 

Tujuan utama, dari pendidikan sejarah adalah untuk memberikan wawasan tentang peristiwa masa lalu. Menganalisis, dampaknya pada masyarakat saat ini, dan membantu individu memahami akar. Dari situasi atau kondisi sosial yang ada sekarang. 

Peran Sejarah Kebudayaan Islam

Keluarga belajar bersama mengkaji Al Quran.(Ilustrasi)

Sejarah juga para peserta didik lebih mengetahui peristiwa. Serta, makna yang terjadi di masa lalu. Namun, pada zaman sekarang, banyak sekali yang buta akan sejarah kebudayaan islam. Tentunya, sebagai seorang islam patutnya kita memahami dan mengetahui mengenai perjuangan perjuangan terdahulu. Dalam memperjuangkan agama islam. Terutama, perjuangan Nabi Muhammad SAW di permukaan bumi ini.

Salah satu Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN), yang ada di Kalimantan Timur (Kaltim). Tepatnya di Samarinda. Menemukan, beberapa masalah mengenai mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) yang ada di kelas 8.

Satu diantara guru itu, ketika saya melakukan wawancara. Ia lantas mengatakan, Siswa kelas 8 sekarang. Ketika, menerima pembelajaran SKI dinilai sebagian siswa-siswi mengantuk dan malas mendengarkan apa yang  disampaikan.

Tantangan Mapel Sejarah Kebudayaan Islam

Orang tua sedang mengajarkan anak.(Ilustrasi)

Padahal saya sudah mencoba menerangkan dan menjelaskan mengenai sejarah keislaman dengan baik. Ini dilihat dari perkataan guru tersebut. Bahwa, saya mencoba menyimpulkan ada beberapa masalah yang ditemukan dalam Mata Pelajaran (Mapel) SKI yang ada di kelas 8 SMPN salah satu di Samarinda. Yakni:

1. Rasa malas dan ngantuk yang menghampiri siswa dalam pembelajaran SKI. Sehingga, menjadi masalah ketika guru tersebut menyampaikan, materi banyak yang tertidur dan juga tidak mau mendengarkan guru.

2. Kurangnya pemahaman guru, mengenai tentang keinginan siswa dalam belajar mengetahui segala hal yanbg diinginkan oleh siswa.

3. Metode yang diajarkan oleh guru hanya dengan, metode ceramah. Sehingga, murid jenuh akan mendengarkan materi yang disampaikan oleh guru tersebut.

4. Sarana dan prasarana (Sapras) yang sangat kurang di dalam kelas. Seperti tidak adanya proyektor untuk bisa guru mnejelaskan lebih efesien dan kondusif kepada guru.

Solusi Yang Ditawarkan

Murid SMPN tengah mengaji. (Ilustrasi)

Solusi yang dapat peneliti berikan kepada guru serta sekilah tersebut sehingga pembelajaran di dalam kelas bisa berjalan dengan kondusif adalah sebagai berikut:

1. Melakukan peregangan di awal pembelajaran. Agar siswa-siswi semangat. Sehingga, dapat menerima materi dengan baik.

2. Dengan mempersiapkan sebaik mungkin kepada seorang guru.  Apa yang ingin diajarkan kepada siswanya. Serta, memperbanyak belajar untuk metode yang ingin digunakan. Sebab, sekarang secara perlahan sudah menerapkan kurikulum merdeka. Yang memperbolehkan menggunakan metode apa saja. Asalkan bisa mempermudah guru serta siswa dalam menyampaikan dan menerima materi.

3. Alangkah baiknya, menggunakan metode bermain peran. Seperti, mencoba melakukan penampilan atau drama yang berkaitan dengan sejarah yang ingin disampaikan. Sehingga, para siswa sudah belajar dan mempersiapkan perannya masing masing. Juga menggunakan video yang bisa ditampilkan melalui proyektor dan mengambil hikmah di dalamnya. Agar tidak monoton dan menjadi menarik dalam melakukan pembelajaran di dalam kelas.

4. Terkait Sapras. Seharusnya, ini adalah masalah bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda maupun pusat. Sebab, dikatakan, dana APBN untuk pendidikan digelontorkan sebesar 25 persen. Justru sebaliknya. Hingga saat ini tidak semua sekolah di Samarinda dapat merasakan fasilitas yang layak. Bahkan, kami menilai, sekolah yang tak mendapatkan fasilitas Sapras yang memadai. Hanya, mendapatkan ampas-nya saja. Solusi yang dapat ditawarkan adalah, dengan meminta lembaga terkait. Untuk terus mendesak pemerintah, untuk dapat memberikan fasilitas yang layak bagi seluruh sekolah di Samarinda. Atau juga bisa dengan mengumpulkan iuran kepada para siswa-siswi (Dengan persetujuan Orang tua Siswa/i-Red).

Dari beberapa masalah yang di dapat dari wawancara tersebut di salah satu sekolah yang ada di Samarinda serta beberapa solusi dari peneliti. Maka, penulis berharap lembaga terkait menangani perihal pendidikan dapat memberi solusi.

Sehingga, bisa berjalan siswa-siswi mendapatkan pembelajaran dengan baik ketika di dalam kelas. Tentu, para siswa mendapatkan materi dengan sempurna dan paham mengenai materi yang disampaikan guru kepada para siswa.

*Penulis merupakan Mahasiswa dari Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda.

Note: Semua Isi dan Topik Artikel/Opini yang diterbitkan, merupakan tanggung jawab penulis (pemasang).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Timeskaltim.com. Mari bergabung di Grup Telegram dan Youtube, caranya klik link https://t.me/timeskaltim (Telegram) dan https://www.youtube.com/@Timeskaltim (Youtube), kemudian join & subscribe. Anda harus install aplikasi tersebut terlebih dulu di ponsel.