Clearing HoaxHukum & Peristiwa

Gelar Diskusi Publik, Rayon Hukum PMII Unmul Hadirkan Politisi Hingga Akademisi 

268
×

Gelar Diskusi Publik, Rayon Hukum PMII Unmul Hadirkan Politisi Hingga Akademisi 

Sebarkan artikel ini

Suasana Diskusi Publik yang digelar oleh Rayon FH PMII Unmul. (Ist)

Timeskaltim.com, Samarinda – Rayon Hukum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas Mulawarman menggelar diskusi publik bertajuk ‘fungsi legislatif dalam tatanan masyarakat’ bertempat di Kedai Tco Samarinda, Senin (30/5/2022).

Agenda ini pun menghadirkan dua narasumber yang berasal dari akademisi Fakultas Hukum Universitas Mulawarman yakni Setyo Utomo dan Politisi Partai Kebangkitan Bangsa yang juga anggota DPRD Kaltim Syafruddin.

Dijelaskan Mario Immanuel Putra selaku Ketua Rayon Hukum PMII Unmul, bahwa agenda ini bertujuan untuk mengupas dan membahas persoalan demokrasi yang ada saat ini, melalui perspektif legislatif dalam konsep trias politika Demokrasi Indonesia.

“Agenda ini juga untuk memantik nalar kritis kawan-kawan mahasiswa khususnya kader PMII agar peka terhadap persoalan demokrasi saat ini,” ungkap pria yang akrab disapa Mario ini.

Ditambahkan Mario, bahwa agenda ini juga menjadi bukti nyata bahwa rayon hukum PMII Unmul dapat memberi sumbangsih pemikiran dan ide-ide kreatif terhadap persoalan yang ada saat ini.

“Kami berasal dari rayon hukum yang mempunyai disiplin ilmu hukum, sehingga ini mendorong kami untuk terus memberi pemikiran kritis terhadap persoalan-persoalan demokrasi yang saat ini ada di masyarakat, khususnya dari sudut pandang ilmu hukum,” terangnya.

Agenda ini pun mendapat apresiasi khusus dari narasumber, salah satunya Syafruddin, ia menyambut baik agenda ini karena dirinya dapat menyebarkan semangat dan motivasi kepada mahasiswa yang bakal menjadi penerus bangsa di masa mendatang.

“Inikan forumnya mahasiswa, sehingga saya memotivasi mahasiswa untuk bereaksi terhadap problem-problem yang ada di Kaltim saat ini,” ungkapnya. 

“saya hanya bisa memberikan gambaran bahwa pemerintah kita belum efektif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Faktanya terjadi silpa yang begitu besar, ini harus menjadi atensi mahasiswa,” tambahnya.

Ditambahkan Syafruddin, dirinya juga mengajak Mahasiswa agar mampu menjalankan fungsinya sebagai social control pemerintah dan menjadi mitra kritis pemerintah.

“Mahasiswa harus menjalankan perannya sebagai agent of Change dan agent di control dengan maksimal, Mahasiswa harus bersikap kritis dan transformatif dan mampu menjadi kontrol pemerintah, salah satunya adalah memasifkan parlemen jalanan,” pungkasnya. (MFA)

error: Content is protected !!