DP2PA Samarinda Sebut Sosialisasi Tekan Kasus Kekerasan Perempuan Dan Anak

Kekerasan seksual terhadap anak dan perempuan terus dicegah dengan sosialisasi. (Ist)

Timeskaltim.com, Samarinda – Kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak masih sering dijumpai di berbagai kabupaten dan kota se-Kaltim. Termasuk di Samarinda. Misalnya mengacu pada data dari 2021, Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim per 1 Desember 2021 lalu. 

Dari seluruh daerah, Samarinda menjadi peringkat 1 karena memiliki jumlah kasus terbanyak yakni 173. Jumlah korban terbanyak juga ada di Samarinda. Rinciannya, korban anak laki-laki sebanyak 26, anak perempuan ada 77, dan perempuan dewasa sebanyak 87. Perlu diketahui, bahwa 1 kasus biasanya terdapat lebih dari 1 korban. 

Kendati begitu, Pejabat Fungsional Koordinator Penanganan Kasus Anak di Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2PA) Samarinda, Sahidin Ahmad mengungkapkan pihaknya gencar menggelar sosialisasi. Dari sosialisasi itu, mulai tampak ada keberhasilan terhadap masyarakat. 

“Sosialisasi kami berhasil terhadap masyarakat, karena mereka mau memberikan informasi. Belum tentu kalau di tempat lain menyebut kasusnya sedikit. Bisa saja karena tidak terlapor,” ucap Sahidin, Selasa (1/11/2022) siang.

Sahidin menilai, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak seperti fenomena gunung es. Tampak sedikit di puncak atas, namun di posisi bawah justru semakin banyak. Akhirnya, kasus-kasus yang sebenarnya sudah terjadi pada beberapa tahun lalu, baru terlapor ke pihaknya. Alias baru ketahuan. 

“Kami akan sambut baik bagi masyarakat yang melapor kasus kekerasan seksual. Itu bagian dari memberikan informasi,” pungkasnya. (Gan/adv/DKP3A Kaltim)