DP2PA Samarinda Pastikan Hak Anak Tetap Terpenuhi Meski Berstatus sebagai Korban Atau Pelaku Kekerasan Seksual

Meski menjadi korban dan pelaku kekerasan seksual, anak dipastikan tetap dapatkan haknya. (Ist)

Timeskaltim.com, Samarinda – Walaupun anak-anak juga rentan sebagai korban dan pelaku kekerasan seksual, pemerintah harus tetap memastikan anak-anak itu tetap mendapatkan haknya. Sebab mereka masih di bawah umur. 

Disampaikan oleh Pejabat Fungsional Koordinator Penanganan Kasus Anak di Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2PA) Samarinda, Sahidin Ahmad bahwa sesuai dengan UU Nomor 17/2016 tentang Perlindungan Anak, di situ sudah disebutkan hak-hak anak yang harus dipenuhi. 

Sehingga untuk korban anak atau pelaku anak, pihaknya memperlakukan sama. Tidak ada perbedaan perlakuan terhadap keduanya. Sebab mau bagaimana pun juga, anak tetaplah anak yang memiliki 31 haknya sendiri. 

“Sebenarnya pelaku anak itu sebelumnya juga korban kekerasan seksual juga dari lingkungan terdekatnya. Mereka (pelaku) itu juga korban. Kebanyakan seperti itu,” jelas Sahidin, Selasa (1/11/2022).

Mengacu pada amanah UU tersebut, anak juga masih berkesempatan untuk memiliki masa depan yang baik. Sehingga, mereka tidak boleh dipenjara. Oleh sebab itu, selama ada kasus-kasus dari anak berhadapan dengan hukum (ABH), biasanya kepolisian akan menghubungi DP2PA Samarinda untuk menyerahkan anak tersebut. 

“Jadi anak tersebut diserahkan ke kami. Kami juga bekerja sama dengan Dinas Sosial (Dinsos) karena ada 1 panti khusus untuk ABH,” tambahnya. 

Di panti tersebut, proses hukum memang akan terus berjalan. Di sana, ABH akan diisolasi agar mereka bisa beradaptasi dengan tempat tersebut. Kemudian, ABH akan diberi kesibukan berupa pelatihan. Misalnya membuat kerajinan tangan. 

“Kalau dia sudah divonis, biasanya dia dipindahkan ke lembaga rehabilitasi anak di Tenggarong. Kalau untuk pendidikannya, di lembaga itu biasanya ada dipanggilkan guru. Mereka juga akan diikutkan ujian paket,” tutupnya. (Gan/Adv/DKP3A Kaltim)