UPTD PPA Samarinda Utamakan Pendampingan Psikologis Bagi Korban Kekerasan Seksual Anak dan Keluarganya

UPTD PPA Samarinda siap bantu korban kekerasan seksual dan keluarganya.(Ist)

Timeskaltim.com, Samarinda – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2PA) Samarinda melalui Unit Pelayanan Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Samarinda kerap kali menerima laporan terkait kekerasan seksual. 

Bahkan, korban kekerasan seksual yang juga merupakan anak berkebutuhan khusus (ABK) juga pernah ditangani. Hal itu disampaikan oleh Pejabat Fungsional Koordinator Penanganan Kasus Anak di Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2PA) Samarinda, Sahidin Ahmad. 

“Di UPTD PPA kan kami juga ada psikolog. Jadi semua korban-korban, kami rehab semua. Di sini kan teknisnya, kami ada pendampingan psikologis,” ucap Sahidin, Rabu (2/11/2022). 

Pendampingan terhadap korban juga sangat penting. Apalagi bagi mereka yang mengalami kekerasan seksual. Tak dapat dimungkiri mereka akan mendapat trauma atas kejadian tersebut. Apalagi untuk korban kekerasan seksual yang anak-anak, kebanyakan dari mereka sudah putus asa. 

“Mereka merasa tidak punya harapan. Kalau tidak ada pendampingan, mereka kemungkinan bisa bunuh diri atau ketika sudah dewasa akan terjun ke prostitusi,” lanjutnya. 

Oleh sebab itu, pihaknya selalu berupaya untuk meyakinkan korban-korban anak itu untuk merajut kembali kehidupan dan mengatur masa depannya. Sekaligus mendorong korban untuk meraih cita-cita yang diinginkan.

“Untuk memberikan pendampingan psikologis ke korban, keluarga korban juga harus terbuka. Orangtua dan keluarga itu harus mendukung. Jadi bisa sejalan,” beber Sahidin. 

Biasanya ketika menangani 1 kasus, pendampingan tak sekadar diberikan ke korban. Namun ke keluarganya juga. Khususnya orangtua yang turut mengalami stres atas kasus yang dihadapi anaknya. Semua pendampingan itu pun diberikan secara gratis dari UPTD PPA Samarinda. (Gan/Adv/DKP3A Kaltim)