Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
DPRD Kota Samarinda

Doctor On Call Program Unggulan Pemkot, Puji: Harus Terus Disosialisasikan Ke Masyarakat 

583
×

Doctor On Call Program Unggulan Pemkot, Puji: Harus Terus Disosialisasikan Ke Masyarakat 

Sebarkan artikel ini

Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti. (Iswan Syarif/Times Kaltim)

Timeskaltim.com, Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menginisiasi progam unggulan sebagai pembenahan Kota Tepian. Yakni, Doctor On Call untuk kondisi darurat. Hal ini ditujukan khusus terhadap penanganan balita dan lansia.

Program layanan kesehatan ini diperlukan,  untuk mengurangi angka kematian akibat keterlambatan penanganan pasien. 

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti mengatakan untuk program ini perlu sosialisasi dan penambahan Sarana.

“Memang perlu disosialisasikan kembali dan kalau bisa pasilitas seperti armada ditambah. Seperti ambulance dan ambulance itu yang bener-bener yang memadai untuk kondisi pasien yang darurat,” ucapnya kepada media Tmeskaltim.com, Selasa (07/3/2023).

Untuk itu diperlukan juga sinkronisasi mulai dari Sumber Daya Manusia (SDM) yang bergerak di bidang kesehatan dan pihak Rumah Sakit. 

Sehingga, ketika ada salah satu pasien yang dirujuk ke Rumah Sakit itu langsung dilakukannya penanganan medis, baik dari pihak perawat maupun Dokter spesialis langsung.

“Jangan sampai kita sudah Doctor On Call, misalnya contoh ada kedaruratan tentang jantung, ternyata sampai di Rumah Sakit, eh malah dokter jantungnya tidak ada. Sedangkan ini suatu keadaan yang darurat dan perlu tindakan yang cepat,” ujarnya.

Politisi Demokrat ini menambahkan, pihaknya terus melakukan monitoring terhadap pelayanan kesehatan tersebut.

Dan juga agar program ini berjalan dengan maksimal, perlu adanya dorongan dan edukasi terhadap masyarakat, terkait pertolongan pertama kepada pasien.

“Misalnya ada kedaruratan medis, dan sembari menunggu ambulance datang, tentunya untuk pertolongan pertama dari masyarakat,” katanya.

“Tetapi pertolongan pertama ini jelas tidak sembarangan dan tentu perlu edukasi terkait apa saja yang harus disiapkan untuk meminimalisir terjadinya hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya. (Adv/Nur/Wan)