Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Prov. Kaltim

Diskusikan Buku “Perang Di Samarinda” Tumbuhkan Literasi Kedaerahan

439
×

Diskusikan Buku “Perang Di Samarinda” Tumbuhkan Literasi Kedaerahan

Sebarkan artikel ini

Teks Foto: DPK Samarinda laksanakan diskusi buku perang di Kota Samarinda. (Hafif Nikolas/Times Kaltim)

Timeskaltim.com, Samarinda – Pengurus Daerah Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca (GPMB) bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Samarinda gelar forum diskusi buku. Pada Rabu (4/10/2023).

Diskusi Buku yang berjudul “Perang Di Samarinda” menghadirkan beberapa narasumber yang peduli terhadap kebudayaan daerah lokal. Dengan konsep literasi, seperti Muhammad Sarip sebagai penulis dan sejarawan, Nanda Puspita Sheilla sebagai publik pembaca, dan Rusmadi Wongso Wakil Walikota Samarinda.

Kegiatan ini bertujuan memberikan ruang bicara publik kepada generasi muda mengenai pengajaran sejarah yang dialami di sekolah.

Sarip sebagai penulis buku yang berjudul lengkap Perang di Samarinda: Sejarah Perjuangan Indonesia di Ibu Kota Kalimantan Timur 1945-1949. Mengungkapkan proses panjang pembuatan buku tersebut.

Dirinya perlu waktu bertahun-tahun untuk roses rekonstruksi sejarah Revolusi Kemerdekaan di Samarinda.

“Perjuangan Indonesia Merdeka di Samarinda itu merupakan proses yang holistis.”

“Perjuangan tidak semata dengan gerakan bersenjata api dan bersenjata tajam, tetapi juga sinergi lintas elemen dengan taktik politik, pendidikan, media pers, tulisan, dan sektor lainnya,” ungkap Sarip, pada Rabu (4/10/2023)..

Buku ini terbit tahun 2023 dan diberi kata pengantar oleh salah satu pimpinan tinggi madya Otorita Ibu Kota Nusantara, Dr Myrna A Safitri, yang juga cucu seorang pejuang dari Samarinda.

Di samping itu, Rusmadi Wongso sampaikan ingin jadikan bulan Oktober ini sebagai bulan literasi. Karena ada beberapa hari besar literasi pada bulan ini.

“Ini mengawali kegiatan kami selama bulan Oktober, kebetulankan tanggal 25 Oktober nanti ulang tahun GPMB yang ke-22,” ucap Rusmadi.

Bukan hanya Diskusi yang akan dilaksanakan GPMB, pihaknya akan mengadakan beberapa lomba juga untuk sekolah – sekolah yang ada di Kota Samarinda.

“Yang jelas terus gelorakan semangat literasi ya,” pungkasnya. (Nik/Wan)