Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Diskominfo Kukar

Dinkes Kukar Inisiasi Gerakan Aksi Bergizi Serentak, Peduli Kesehatan Anak Untuk Cegah Angka Stunting

770
×

Dinkes Kukar Inisiasi Gerakan Aksi Bergizi Serentak, Peduli Kesehatan Anak Untuk Cegah Angka Stunting

Sebarkan artikel ini

Dinkes Kukar sukses menggelar Gerakan Aksi Bergizi di 32 titik lokasi Se-Kukar. Acara ini dilakukan di MAN 2.(Roby Sugiarto/Times Kaltim)


Timeskaltim.com, Kukar – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutai Kartanegara (Kukar), sukses menggelar Gerakan Aksi Bergizi secara serentak, di lapangan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2, pada Jumat (3/11/2023) pukul 08.00 Wita.

Menariknya, Gerakan Aksi Bergizi ini dilakukan dengan cara, mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) khusus remaja putri. Usai menikmati sajian makananan sehat bersama guru dan ratusan pelajar.

Hal ini bertujuan, agar meningkatkan kesadaran siswa/siswi dalam membiasakan mengonsumsi TTD. Tak hanya itu, dibarengi pula dengan memakan-makanan bergizi seimbang dan mengatur pola olahraga rutin yang menyehatkan bagi anak.

Pada kegiatan Gerakan Aksi Bergizi itu, dibuka langsung oleh Kepala Dinkes Kukar Martina Yulianti melalui Sekretaris Dinkes Kukar, Kusnandar. Dihadiri pula Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kukar, Nasrun.

Acara tersebut juga dirangkaikan dengan senam bersama, gerakan sarapan bagi ratusan pelajar serta sosialisasi sadar kesehatan.

Sekretaris Dinkes Kukar, Kusnandar mengungkapkan, kegiatan Gerakan Aksi Bergizi ini dilakukan serentak se-Kabupaten Kukar. Tak tanggung-tanggng, bahkan tersebar di 32 titik lokasi. 

Para Pelajar Putri tengah mengonsumsi TTD.(Roby/Times Kaltim)

“Kegiatan Gerakan Aksi Bergizi ini, dalam rangkaian peringatan Hari Sumpah Pemuda dan Hari Kesehatan Nasional, yang dilakukan secara serentak di 32 titik di Kabupaten Kutai Kartanegara,” ungkapnya kepada awak media.

Kata dia, Gerakan Aksi Bergizi juga fokus terhadap remaja perempuan untuk mengonsumsi TTD. Ini sangat berguna bagi pemasok darah bagi tubuh. Sehingga, meminimalisir anak berpotensi mengalami penyakit anemia.

“Karena yang kita ketahui, remaja putri itu ada dalam masa sebulannya, mengalami menstruasi sehingga darah yang telah dibuang, dapat diganti dengan tablet tambah darah,”

Terakhir, Kusnandar menjelaskan, ouput dari Gerakan Aksi Bergizi, tidak lain adalah dengan tujuan menekan angka stunting yang saat ini menjadi masalah Nasional. Semakin besar angka stunting maka tinggi pula masyarakat yang kurang gizi.

“Dalam hal ini tujuan akhir dari kegiatan aksi bergizi ini tetap merujuk pada penurunan angka stunting,” pungkasnya. (Adv/Rob/Wan)