Anggota DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti. (Berbi/TimesKaltim)
Timeskaltim.com, Samarinda – Belakangan ini, kasus bullying tengah ramai diperbincangkan khalayak, sebab tentunya berdampak pada mental korban bahkan berujung kematian.
Menanggapi hal itu, Ketua Komisi IV, Sri Puji Astuti, mengatakan bullying terjadi jika ada yang salah dari lingkungan rumah, lingkungan sekolah, maupun lingkungan sosialnya.
“Sekarang kalo sudah terjadi bullying perlu dilihat dari kepedulian orang tuanya, bagaimana lingkungan sekolahnya, jadi perlu seorang anak dikuatkan, disiapkan dari rumah untuk bersosialisasi di lingkungan luar agar memiliki ketahanan,” ucapnya, Selasa (27/6/23).
Puji menjelaskan, bullying itu seperti virus jadi harus ada antisipasi dari setiap lingkungan baik dari lingkungan, karena tidak akan berhasil jika tak bekerjasama.
“Kita ini juga sudah sosialisasi dengan beberapa pihak ada RT, kelurahan, tokoh masyarakat itu mengsosialisasikan jangan sampai terjadi bullying disekitar,” jelasnya.
Bullying ini tidak hanya terjadi secara langsung di kehidupan nyata tapi sering kali juga terjadi di dunia maya.
Menurut Puji, pemerintah bertanggung jawab atas bullying karena tidak ada aturan yang jelas tentang bagaimana penggunaan gadget secara bijaksana terutama untuk anak sekolah itu.
“Berharap pemerintah mengadakan sosialisasi, dengan adanya aturan bagaimana penggunaan gadget di sekolah bahkan di rumah oleh orang tuanya, lingkungan sekitarnya bahkan oleh gurunya di sekolah,” ungkapnya.
Dirinya berharap, bullying jangan sampai terjadi karena itu akan menyakiti perasaan anak yang nantinya akan membawa dampak kepada keluarga dan lingkungan sosial.
“Bahkan akan mempengaruhi psikologis anak, penyembuhannya berat dan membutuhkan waktu yang lama karena harus ada pendampingan dari ahlinya” pungkasnya. (Adv/Bey)












