Wakil Ketua Komisi I DPRD Samarinda, Suparno.(Ist)
Timeskaltim.com, Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda berencana akan membangun Terowongan Selili. Terkhusus, perencanaan tersebut diperkuat adanya, pembebasan lahan pada proyek yang bakal menelan biaya ratusan miliar.
Hal tersebut memberikan perhatian penuh kepada Wakil Ketua Komisi I DPRD Samarinda, Suparno ditemui awak media di ruangannya, Jumat (13/1/2023) siang.
Kata dia, pada terowongan itu akan menghubungkan Jalan Kakap hingga Jalan Sultan Alimuddin untuk memecah kemacetan di Jalan Otto Iskandardinata, Sungai Dama. Khususnya, di Gunung Manggah itu diharapkan juga mendapat dukungan dari masyarakat Samarinda.
Jadi jangan mentang-mentang mau dibebaskan (lahan), langsung kasih patokan harga tinggi,” imbaunya.
Sebab pembebasan lahan di atas proyek Terowongan Selili itu nantinya akan dihitung secara ril melalui proses appraisal dari Dinas Pertanahan Samarinda sebagai dasar rujukan pembebasan lahan masyarakat.
“Karena walaupun mereka (masyarakat) mematok harga tinggi pemerintah tidak akan berani, karena ada appraisal yang menghitung.
Jadi ikuti saja. Pemerintah mau bayar tinggi bisa diperiksa, masyarakat mau minta harga tinggi juga tidak bisa karena ada aturan,” tambahnya.
Oleh sebab itu, Suparno pun kembali mengimbau agar masyarakat bisa memberikan dukungannya terhadap rencana pemerintah untuk kebiakan dan kemajuan Samarinda di masa mendatang.
“Kalau nanti masalah itu terowongan belok ke mana, ke mananya urusan teknis, biar kami fokus terhadap pembebasan lahannya,” pungkasnya.(Adv/Wan)












