Denda Keterlambatan Pengembalian Buku Bukan Hukuman  

Kepala DPK Kaltim, Syafranuddin. (Halid/TimesKaltim)

Timeskaltim.com, Samarinda – Tak sedikit anggota perpustakaan daerah provinsi Kaltim lupa untuk mengembalikan buku yang dipinjam. Bahkan, melebihi batas waktu temponya. Jika melebihi batas tempo, maka anggota perpustakaan harus melakukan membayar denda sebesar Rp 1.000 per hari. 

Menurut keterangan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kaltim Syafranuddin, denda yang dibayar tersebut langsung masuk ke kas daerah. Namun, denda tersebut tidak dimaksudkan untuk menjadi suatu hukuman bagi para anggota. 

“Sebenarnya bukan hukuman, tetapi hanya untuk kepedulian supaya dia menjaga buku milik kita bersama. Kasihan orang lain yang ingin meminjam buku yang sama,” ujar Ivan, panggilan akrabnya. 

Ivan menyatakan denda ini sebagai pengingat kepada anggota perpustakaan untuk bisa mengembalikan buku tepat waktu. 

“Jadi anggota punya kepedulian. Jadi tidak ada orang yang mencuri buku, mungkin karena kesempatan dia tidak ada,”tutupnya.

DPK Kaltim akan berupaya untuk memiliki inovasi sehingga para anggota tidak akan membayar denda jika terlambat mengembalikan buku perpustakaan.(adv/FD/DPKKaltim10)