Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Diskominfo Kukar

Camat Tenggarong Seberang Keluhkan Minat Masyarakat Terhadap Sektor Pertanian, Yuwono: 10 Pemuda Dibina, Hanya Satu Yang Bertahan

426
×

Camat Tenggarong Seberang Keluhkan Minat Masyarakat Terhadap Sektor Pertanian, Yuwono: 10 Pemuda Dibina, Hanya Satu Yang Bertahan

Sebarkan artikel ini
Camat Tenggarong Seberang, Tego Yuwono. (Roby Sugiarto/Times Kaltim)

Timeskaltim.com, Kukar – Minat masyarakat terhadap sektor Pertanian kian menurun secara signifikan. Padahal, pertanian merupakan bagian terpenting bangsa, sebagai penopang sumber kehidupan rakyat. Hal tersebut pun juga dikeluhkan oleh Camat Tenggarong Seberang, Tego Yuwono.

Ia berpendapat bahwa, saat ini hanya sebagian kecil masyarakat yang memilih untuk bercocok tanam dan berkecimpung  di dalam dunia pertanian.

“Dalam 10 tahun terakhir, tingkat kekukarangan petani mencapai 5 hingga 10 persen,” ungkap Yuwono kepada wartawan Times Kaltim, pada Rabu (03/04/2024).

Ia mengungkapkan, dengan kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM) yang ingin bekerja sebagai profesi petani. Maka, secara tidak langsung, juga ikut menggerus pasokan lumbung pangan. Terkhusus, di Kukar.

Kendala lain, yang dihadapi adalah minimnya minat generasi muda untuk terlibat dalam sektor pertanian. Dikarenakan, banyak pemuda lebih memilih karir di sektor industri atau teknologi yang dianggap lebih menjanjikan.

“Alasan mereka tidak mau jadi petani, dikarenakan proses dan menunggunya lama, sehingga mereka lebih memilih untuk menjadi ojek online,” terangnya

Yuwono juga mengatakan, pihak Pemerintah Kecamatan Tenggarong Sebrang, tidak tutup mata. Meskipun telah dilakukan upaya pembinaan terhadap sejumlah pemuda. Namun, hanya sedikit yang bersedia melanjutkan dan mengembangkan usaha pertanian.

“Dari 10 pemuda yang dibina, hanya satu yang memutuskan tetap bertahan untuk bertani, sementara yang lainnya menolak dengan alasan sulit dan memakan waktu,” tambahnya.

Terakhir, Ia berharap, kedepan perlu adanya upaya lebih lanjut untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya peran petani dalam menjaga ketahanan pangan, serta menciptakan insentif dan program pembinaan yang menarik bagi generasi muda. (ADV/KominfoKukar/Rob/Wan)