Buntut Kasus Ujaran Kebencian FA, LBH Ansor Se-Kaltim Laporkan Ke Polda Secara Serentak 

Pelaporan tersebut didampingi Ketua PW GP Ansor Kaltim, Fajri Al Faroby bersama LBH Ansor se-Kaltim di Polda Kaltim.(Ist)

Timeskaltim.com, Balikpapan – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Provinsi Kaltim resmi melaporkan secara serentak se-Nusantara terhadap dugaan ujaran kebencian melalui platform media sosial twitter yang dilakukan akun atas nama @faizalassegaf ke Polda Kaltim Pada Rabu, (9/11/2022) siang.

Polemik tersebut buntut reaksi atas postingan-postingan melalui akun tersebut, diduga keras melakukan tinfakan ujaran kebencian.  Kemudian, dibuat untuk menimbulkan rasa kebencian dan atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras dan golongan (SARA).

Dalam keterangan resminya, Ketua LBH Ansor Provinsi Kaltim, Rusdiono didampingi Ketua LBH Ansor Samarinda, Hefni Effendi menjelaskan, tindakan tersebut bertentangan dengan Pasal 28 Ayat (2) Jo Pasal 45A ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

“Kami tegaskan LBH Ansor pada prinsipnya menjunjung tinggi kebebasan berpendapat dan menghargai pendapat orang lain. Maka, tindakan tersebut sangat bertentangan dengan budaya ketimuran. Khususnya di Indonesia yang sangat mengedapankan adab dan sopan santun,” ungkapnya.

Pria yang akrab disapa Dion ini menambahkan, LBH Ansor Kaltim terus berupaya melakukan penindakan secara tegas. Terhadap oknum pelaku, yang berusaha merongrong persatuan bangsa Indonesia.

“LBH Ansor juga mengedepankan proses-proses penyelesaian masalah dengan pendekatan kekeluargaan, namun saja perbuatan FA ini bukanlah perbuatan yang pertama kalinya,” bebernya.

Dion memaparkan, upaya hukum pidana ini ditempuh, setelah Terlapor-Teradu telah dengan sengaja mengulangi perbuatan hukum  yang jelas dilarang.

“Kita sepakat proses pidana adalah upaya terakhir dalam penyelesaian suatu persoalan hukum (Ultimum Remedium),” ucap Dion.

Ia berharap, upaya tersebut dapat direspon oleh pihak penegak hukum. Terkhusus, pihak kepolisian agar mengusut tuntas kasus tersebut.

“Kami berharap kepada penegak hukum, khususnya Polisi untuk dapat menjalankan tugasnya, secara objektif dan profesional demi hukum dan ketertiban masyarakat,” tandasnya.

Dalam cuitan akun media sosial twitter yang dilakukan @faizalassegaf menyampaikan, bahwa adanya tuduhan terhadap Ketua Organisasi keislaman terbesar di Indonesia. Yakni Nahdaltul Ulama (NU).

“Dedengkot NU Yahya Staquf hina habaib sebagai pengungsi, Menag Yaqut benturkan Islam & budaya, kini LD PBNU desak bubarkan Wahabi,” ucap akun @faizalassegaf dalam postingannya.(Wan)