Anggota DPRD Kota Samarinda, Markaca. (Ist)
Timeskaltim.com, Samarinda – Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Markaca, menyoroti pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang dinilai belum maksimal.
Menurutnya, banyak kawasan yang seharusnya dijaga sebagai RTH malah beralih fungsi menjadi lahan bisnis. Hal ini yang menjadi penyebab kurangnya luas wilayah RTH di Kota Tepian.
“Kita melihat banyak wilayah yang seharusnya menjadi ruang terbuka hijau, namun kenyataannya malah digunakan untuk kepentingan bisnis,” ungkap Markaca, beberapa waktu lalu.
Markaca juga menambahkan bahwa upaya untuk menetralisir alih fungsi RTH ini harus dilakukan secara bertahap, mengingat kompleksitas dan biaya yang terlibat.
Ia mencontohkan kasus daerah resapan udara yang direncanakan akan dibangun menjadi lapangan mini sepak bola.
Di tengah usaha pemerintah kota untuk mengatasi masalah banjir, tindakan oknum yang memprioritaskan kepentingan pribadi menilai Markkaca sebagai penghambat.
Namun, ia tetap optimis bahwa para pengusaha dapat berkontribusi aktif dalam upaya pembenahan RTH di Samarinda.
“Para pengusaha harus ikut serta dalam membangun RTH. Saat ini, konsep pembenahan RTH masih terus dikembangkan agar sesuai dengan peruntukan yang telah ditetapkan,” tutupnya. (Bey)












