Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti. (Iswan Syarif/Times Kaltim)
Timeskaltim.com, Samarinda – Angka umur Harapan Hidup (UHH) di Kota Samarinda pada tahun 2022 mengalami peningkatan 74,56 persen di banding pada tahun 2020 hanya mencapai 74,27 persen.
Mendengar hal itu, Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti mengaku bangga, karena UHH di kota Samarinda masih berada di atas rata-rata Nasional.
Meskipun Kota Samarinda masih di bawah angka UHH Kota Balikpapan dan pertumbuhan Ekonomi nya juga di atas Kota Samarinda.
“Balikpapan jumlah penduduknya separuhnya kita samarinda, meskipun ekonomi di atas kita tetapi kalau dibandingkan ya nggak jauh-jauh amatlah. Dan saya bangga Samarinda masih di atas rata-rata nasional,” ucap Puji.
Kemudian, Puji menjelaskan untuk angka harapan hidup juga memiliki beberapa aspek, seperti kesehatan, transportasi, ketersediaan pangan, pendidikan dan lainnya.
Tentunya untuk meningkatkan angka UHH tersebut, maka semua aspek itu harus bisa terpenuhi dengan baik dan memenuhi standar yang sudah ditetapkan.
“Salah satu penghambat peningkatan aspek tersebut adalah persoalan data, menurut saya di samarinda ini masih banyak data-data yah belum akurat,” ujarnya.
Politisi Demokrat ini Meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk mengupgrade data yang sudah ada. Baik data kemiskinan maupun data-data lainnya.
Legislator Basuki Rahmat ini juga menolak jika Kota Samarinda dikatakan UHH nya rendah. Karena Kota Tepian ini adalah Kota terpadat di Kalimantan Timur.
“Samarinda sebagai ibu kota provinsi, selain jumlah penduduk yang padat dan masih memiliki masalah-masalah yang belum terselesaikan. Tetapi menduduki nomor 2 setelah balikpapan,” pungkasnya.(Adv/Nur/Wan)












