Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Diskominfo Kukar

Atasi Kendala Air Irigasi, Distanak Kukar Instalasi Pipanisasi Sawah Bagi Warga Lampak Lambur

260
×

Atasi Kendala Air Irigasi, Distanak Kukar Instalasi Pipanisasi Sawah Bagi Warga Lampak Lambur

Sebarkan artikel ini
Kepala Distanak Kukar, Muhammad Taufik. (Roby/Times Kaltim)

Timeskaltim.com, Kukar – Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kutai Kartanegara (Kukar), menyoroti tantangan utama dalam sektor pertanian di wilayahnya ketersediaan air irigasi.

Dalam upaya mengatasi masalah ini, Distanak Kukar merencanakan untuk memperluas jaringan pipanisasi guna meningkatkan pasokan air bagi sawah-sawah di Kukar.

Taufik menjelaskan, bahwa upaya awal telah dilakukan dengan pemasangan pipanisasi di Rapak Lembur, yang telah terbukti berhasil mengairi sejumlah lahan pertanian di wilayah tersebut.

“Sudah ada yang terealiasi di Rapak Lembur yang telah di pasang pipasnisasi untuk mengairi perairah sawah di daerah tersebut,” ucap Taufik saat diwawancarai pada, Senin (25/03/2024).

Dalam upaya mengatasi masalah ini, Distanak Kukar merencanakan untuk memperluas jaringan pipanisasi guna meningkatkan pasokan air bagi sawah-sawah di daerah tersebut.

Ia juga mengungkapan, bahwa upaya awal telah dilakukan dengan pemasangan pipanisasi di Rapak Lembur, yang telah terbukti berhasil mengairi sejumlah lahan pertanian di wilayah tersebut.

“Tahun 2024, kami akan melanjutkan upaya ini dengan memperluas pipanisasi di daerah Rapak Lembur sekitar 2 kilometer lebih,”  ungkapnya

Selain itu, Distanak Kukar juga berencana untuk memasang pompanisasi guna meningkatkan pasokan air secara keseluruhan.

“Pemasangan pompanisasi ini bertujuan untuk menyediakan pasokan air yang lebih stabil dan cukup bagi para petani di daerah tersebut,” ujar Taufik

Dalam perencanaan ini, Distanak telah menetapkan 89 titik untuk instalasi aliran irigasi air. Meskipun pemotretan awal sudah dilakukan, Taufik menegaskan bahwa rencana ini masih dalam tahap pengembangan dan belum final.

“Perencaan akan dilakukan 89 titik untuk aliran irigasi air dan sudah dilakukan pemotretan awal walaupun belum final,” terangnya

Dengan langkah-langkah ini, Distanak Kukar berharap dapat mengatasi kendala utama dalam sektor pertanian, yaitu ketersediaan air irigasi, serta meningkatkan kesejahteraan petani di wilayah Kukar.(ADV/KominfoKukar/Rob/Wan)