Bupati Kukar, Edi Damansyah. (Annur/TimesKaltim)
TimesKaltim.com, Tenggarong – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), siapkan opsional untuk pemenuhan guru agama, di beberapa Sekolah Dasar (SD) maupun Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kukar. Mengingat banyak kekosongan yang ditemuinya, saat beberapa pekan terakhir dirinya aktif melakukan kunjungan.
Orang nomor satu itupun menawarkannya ke Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kukar, terkait pemenuhannya. Karena memang ada program Kukar Idaman, seperti 1 Desa 1 Tahfiz Quran, dan Dai Masuk Desa. Yang disusun oleh Pemkab Kukar dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kukar 2021-2026.
“Jadikan saya coba solusi tawarkan pada Kemenag (Kukar) yang punya ranah itu. Saya kan beberapa minggu ini aktif ke sekolah-sekolah SMP, dalam diskusi itu ada beberapa sekolah yang mengaku tidak memiliki guru agama,” ujar Edi Damansyah.
Jika memang disetujui dan Kemenag bersepakat, bisa saja pemenuhan tenaga pendidik ini bisa melalui Tenaga Honorer Sekolah (THS). Dengan memanfaatkan dana yang berasal dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Apakah melalui skema BOSnas atau BOSkab.
Ini menjadi penanganan jangka pendeknya, sehingga perlu ada pemetaan yang dilakukan bersama. Baik itu Pemkab Kukar maupun Kantor Kemenag Kukar. Ketika para Dai Masuk Desa dan alumni 1 Desa 1 Tahfiz Quran memang yang terpilih, bisa dilakukan pelatihan terlebih dahulu. Lantaran ketika mengajar di satuan pendidikan, maka ada sistem kurikulum yang diikuti tentunya.
“Saya optimis ini bisa dilakukan, jika kita bersepakat dengan Kemenag. Ini kita minta harus diambil langkah cepatnya jangan terlalu lama kondisinya ini,” pungkas Edi.












