Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Angkasa Jaya Djoerani. (Ist)
Timeskaltim.com, Samarinda – Permasalahan dalam pembangunan perumahan disuatu kawasan adalah faktor lingkungan. Jika dianalisis lebih lanjut pembangunan perumahan berdampak meningkatnya penyimpangan penggunaan lahan. Hal tersebut disinggung langsung oleh Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Angkasa Jaya Djoerani.
Ia menilai, meningkatnya penyimpangan, kerapatan jumlah flora dan fauna akan menurun. Kemudian, ketersediaan biomassa hutan semakin berkurang dan akan menyebabkan bencana longsor.
Komisi III DPRD Samarinda, menyoroti pembangunan perumahan Premiere Hills di Jalan MT Haryono.
“Kami mengambil sikap tegas dengan meminta agar pengembang menghentikan seluruh aktivitas pembangunan perumahan Premiere Hills. Selain menghentikan kegiatan pembangunan, kami juga minta kepada pihak pengembang untuk tetap memperbaiki kondisi lingkungan,” ucap Angkasa dikonfimasi Timeskaltim.com, Senin (14/02/2023).
Angkasa juga menyampaikan, pengembangan yang dalam hal ini adalah PT. Karunia Abadi Sejahtera masih melakukan kegiatan walaupun dalam skala kecil dan izinnya itu juga belum ada.
“Mereka masih menggunakan izin lama, yakni izin untuk Bukit Mediterania, sedangkan untuk Premiere Hills bahkan kajian teknisnya pun belum ada,” tambahnya.
Politisi PDIP ini menambahkan, pihaknya akan mengagendakan rapat lanjutan guna menentukan rekomendasi terkait dengan keberlanjutan pembangunan Premiere Hills tersebut. (Adv/Nur/Wan)












