AdvertorialDPRD Kota Samarinda

Angkasa Jaya Djoerani Tanggapi Fenomena Perubahan Warna Sungai Karang Mumus, Sebut Tak Ada Bedanya

33
×

Angkasa Jaya Djoerani Tanggapi Fenomena Perubahan Warna Sungai Karang Mumus, Sebut Tak Ada Bedanya

Sebarkan artikel ini

Anggota DPRD Kota Samarinda, Angkasa Jaya Djoerani. (Berby/Times Kaltim)

Timeskaltim.com, Samarinda – Beberapa waktu lalu, warga dikejutkan dengan perubahan warna air di Sungai Karang Mumus (SKM) dari cokelat menjadi hijau, hal ini kemudian menjadi atensi masyarakat sebab dicurigai telah terjadinya pencemaran air sungai.

Kendati demikian, perubahan warna pada air sungai tersebut nampaknya membuat kemunculan ikan di permukaan sungai yang akhirnya memicu kekhawatiran publik.

Anggota DPRD Kota Samarinda, Angkasa Jaya Djoerani, menegaskan perubahan tersebut bukan sesuatu hal yang pantas untuk dipersoalkan karena antara coklat dan hijau pun keduanya disebabkan karena dampak lingkungan.

Angkasa menyebut perubahan warna menjadi hijau tidak boleh disimpulkan karena adanya limbah dan pencemaran. Sebab bisa saja disebabkan beberapa faktor seperti biota sungai, alga hijau lalu mengikat oksigen yang larut dalam perairan, sehingga menyebabkan jumlah oksigen menurun drastis dan ikan kesulitan bernafas

“Dari coklat menjadi hijau sebenarnya kalau dia berubah juga apa bedanya? Karena semuanya kan dampak. Coklat itu dari limbah kah? Tidak semestinya kita simpulkan itu dari limbah,” ujarnya saat diwawancarai, Jumat (14/6/2024).

Politikus asal PDIP itu juga mengatakan pentingnya analisis terkait asal muasal jika penyebabnya adalah limbah. Apakah limbah Rumah sakit, limbah rumah tangga, sehingga tidak bisa disimpulkan sebelum ada uji akademisinya.

Untuk mengetahui penyebab sebenarnya, ia mengusulkan untuk segera melakukan penelitian di lapangan dan jika ada indikasi limbah maka dirinya tidak segan-segan mengkritisi pemerintah.

“Tapi kita juga harus analisis kalau dari limbah itu darimana? Limbah rumah sakit? Industri dimana? Jadi saya nggak berani menyimpulkan itu limbah, sebelum ada uji akademisi seperti melakukan penelitian,” tandasnya. (Bey)

error: Content is protected !!