Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
DPRD Kota Samarinda

Anggota DPRD Samarinda Sebut Sistem Zonasi Harus Linear

194
×

Anggota DPRD Samarinda Sebut Sistem Zonasi Harus Linear

Sebarkan artikel ini

Anggota DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti.(Ist)

Timeskaltim.com, Samarinda – Anggota DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti, menilai sistem zonasi penerimaan siswa baru dapat memperbaiki pemerataan akses layanan dan kualitas pendidikan nasional.

Sri mengungkapkan, saat ini masih ada orangtua siswa yang berpikir untuk menyekolahkan anaknya di sekolah unggulan. Akibatnya, sekolah non unggulan menjadi sepi. 

“Sekolah biasa dan sekolah pinggiran yang dinilai kualitasnya rendah, tidak dilirik. Ini kan yang menyebabkan penumpukan, akhirnya kisruh,” katanya beberapa waktu lalu.

Selain itu, ia menyebut, pemerataannya dinilai masih tidak tepat. Penerimaan siswa baru di satu SMP lebih banyak dibandingkan jumlah siswa yang lulus dalam satu SD. 

“Kalau 1 SMP dan 1 SD kan eggak mungkin, harusnya 1 SMP terdapat kurang lebih 15 SD pendukung,” jelasnya.

Selain itu, pemetaan tenaga pendidik dalam setiap sekolahan perlu diperhatikan. Agar dapat mengatasi permasalahan terhadap guru yang tempat tinggalnya jauh dari lokasi sekolah.

“Jangan sampai disitu dibikin sekolah zonasi, nanti sekolahannya tidak bisa maju karena guru-gurunya tidak tinggal di situ. Mengajar di Berambai tapi rumahnya di Loa Janan,” jelasnya.

Terakhir, ia menutup, semua harus diatur sesuai dengan keadaan. Hal yang terpenting adalah adanya kebijakan, sekalipun kebijakan dari Pemerintah Pusat, Pemkot Samarinda, hingga pihak sekolah. 

“Yang penting harus linear, agar semua anak-anak terakomodir, terlayani pendidikannya. Jangan sampai beda aturannya,” tutupnya. (Adv/Bey/Wan)