Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
DPRD Kota Samarinda

Anggota DPRD Samarinda Sebut Kawasan Citra Niaga Harus Jaga Identitas Tanpa Plagiasi

666
×

Anggota DPRD Samarinda Sebut Kawasan Citra Niaga Harus Jaga Identitas Tanpa Plagiasi

Sebarkan artikel ini

Anggota DPRD Samarinda, Anhar.(Iswan Syarif)

Timeskaltim.com, Samarinda – Pemkot Samarinda berupaya menyulap Citra Niaga menyerupai Malioboro Yogyakarta.

Menanggapi hal tersebut, Anggota DPRD Kota Samarinda, Anhar menegaskan agar Citra Niaga tetap mempertahankan ciri khasnya dan tidak meniru daerah lain atau plagiasi.

“Bagus-bagus aja tapi saya pikir tidak bisa juga dikatakan Malioboro-nya Samarinda. Kita tidak mau semacam dalam istilah dunia pendidikan itu Plagiat. Sehingga Malioboro ya Malioboro, citra niaga ya citra niaga dengan segala kelebihan dan kekurangannya begitu,” ucapnya.

Menurutnya, Malioboro berdiri di latar belakangi dengan sejarah dan kisah yang ada, baik dari lokasi maupun faktor sosialnya. Sehingga tidak bisa disamakan antara citra niaga dan Malioboro

Sebagai informasi, Citra Niaga pernah mendapatkan penghargaan Internasional Aga Khan Award for Architecture (AKAA) pada 1989, sehingga penting untuk mengembalikan masa kejayaan tersebut.

“Kalau sekarang ada niatan pemerintah kota untuk melakukan revitalisasi karena memang Citra Niaga sendiri itu kan pernah mendapat penghargaan sehingga kalau menurut saya kita menunggu aja konsepnya itu bagaimana,” ungkapnya.

Politisi PDIP itu juga menekankan agar Pemkot sekarang fokus dengan penanganan banjir di Kota Samarinda dan mengerjakan apa yang menjadi Visi Misi yang dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) karena hal itu merupakan pijakan dalam mengerjakan pembangunan Kota Samarinda.

“Mau bangun apa di Samarinda ini kalau tidak bertentangan dengan RPJP ya silahkan saja, karena kembali lagi ke anggaran” tambahnya.

Meski demikian, Anhar mengapresiasi setiap kinerja dan rencana Wali Kota.

Namun dia menegaskan agar Pemkot lebih fokus terhadap hal yang urgent dan fokus dalam memajukan perekonomian Kota Samarinda.

Sehingga dia berharap setiap apa yang direncanakan oleh Pemkot baik pembangunan RS internasional, Sekolah internasional bisa terealisasi dan bukan hanya sebagai wacana belaka.

“Kita hargai konsep-konsep yang ditawarkan tetapi kita fokus kerja-kerja kita karena bagaimanapun fokus kerja kita itu yang menangani menyangkut masalah banjir dan yang berdampak kepada roda perekonomian kita,” tutupnya. (Adv/Bey)