Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Advertorial

Anggota DPRD Kaltim Apresiasi Peran Polri Jelang Hari Bhayangkara ke-78: Dorong Keamanan IKN Lebih Optimal

173
×

Anggota DPRD Kaltim Apresiasi Peran Polri Jelang Hari Bhayangkara ke-78: Dorong Keamanan IKN Lebih Optimal

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD Kaltim, Yusuf Mustafa. (Roby Sugiarto/Timeskaltim)

Timeskaltim.com, Samarinda – Menyambut peringatan Hari Bhayangkara ke-78 yang jatuh pada 1 Juli 2025, Anggota Komisi I DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Yusuf Mustafa, menyampaikan apresiasi dan harapan besar terhadap peran Kepolisian Republik Indonesia (Polri), khususnya di wilayah Kaltim. Wilayah ini kini menjadi sorotan nasional karena ditetapkan sebagai lokasi Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

Hari Bhayangkara diperingati setiap tanggal 1 Juli sebagai tonggak sejarah lahirnya Polri, berdasarkan Penetapan Pemerintah Tahun 1946 Nomor 11/S.D., yang menetapkan kepolisian sebagai institusi nasional.

Dalam keterangannya, Yusuf menekankan pentingnya kesiapan Polri dalam menjamin ketertiban dan keamanan di Kaltim yang kini menyandang status sebagai kawasan strategis nasional.

“Momentum Hari Bhayangkara ini menjadi refleksi penting. Keamanan dan ketertiban harus semakin diperkuat, apalagi Kaltim kini menjadi pusat perhatian nasional sebagai ibu kota negara,” ujar perwakilan rakyat itu, pada Senin (30/06/2025).

Lebih lanjut, Yusuf berharap Polri dapat terus menunjukkan jati dirinya sebagai institusi yang dekat dengan masyarakat. Menurutnya, keberadaan Polri di tengah masyarakat harus terasa nyata dalam bentuk pelayanan yang humanis, responsif, dan profesional.

“Kepolisian harus tetap menjadi bagian dari masyarakat, bukan institusi yang terasa berjarak. Kita ingin Polri menjadi pengayom yang benar-benar memberi rasa aman, apalagi dengan dinamika pembangunan IKN,” tambah politisi yang membidangi hukum, pemerintahan, dan keamanan ini.

Tak lupa, Yusuf juga mendorong penguatan sinergi antara legislatif dan kepolisian, terutama dalam pengawasan terhadap pelayanan publik dan mendukung program-program strategis yang sedang digencarkan di Kaltim.

Ia menggarisbawahi, bahwa keberhasilan pembangunan IKN tidak hanya bergantung pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada jaminan keamanan dan kenyamanan hidup masyarakat yang bermukim di dalamnya.

“Pembangunan IKN harus dibarengi dengan sistem keamanan yang solid dan pelayanan publik yang inklusif. Polri punya peran vital di situ,” tutupnya.

Terakhir, dirinya berharap, peringatan hari Bhayangkara tahun ini diharapkan menjadi momentum bagi institusi Polri untuk semakin memperkuat eksistensinya sebagai penjaga keamanan yang profesional, modern, dan terpercaya, khususnya dalam menghadapi tantangan baru di wilayah Kaltim yang tengah bersiap menjadi pusat pemerintahan baru Indonesia. (Adv/Rob/Bey)