Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
AdvertorialDPRD Kota Samarinda

Minim Sosialisasi Sekolah Rakyat, DPRD Samarinda Ingatkan Pentingnya Edukasi Masyarakat dan Perlindungan Anak

168
×

Minim Sosialisasi Sekolah Rakyat, DPRD Samarinda Ingatkan Pentingnya Edukasi Masyarakat dan Perlindungan Anak

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD Kota Samarinda, Harminsyah. (Berby/Times Kaltim)

Timeskaltim.com, Samarinda – Program Sekolah Rakyat yang diinisiasi Kementerian Sosial kini mulai berjalan di Samarinda sebagai bentuk ikhtiar memberikan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu. Namun sayangnya, penerapannya di lapangan belum sepenuhnya mendapat sambutan antusias dari masyarakat.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Harminsyah, menyoroti kurangnya informasi yang sampai ke publik terkait program tersebut. Ia menyebut, banyak orang tua belum memahami konsep Sekolah Rakyat, termasuk soal fasilitas asrama dan skema pembelajaran di dalamnya.

“Program ini punya tujuan yang mulia, tapi karena kurang disosialisasikan, wajar jika masih muncul penolakan atau kebingungan di masyarakat,” kata Harminsyah, Selasa (25/6/2025).

Menurutnya, untuk program seperti ini bisa diterima dan berjalan maksimal, perlu ada pendekatan yang intensif, mulai dari penyuluhan langsung ke warga hingga pelibatan tokoh masyarakat.

“Kalau masyarakat sudah tahu betul manfaatnya—bahwa ini bisa menyelamatkan anak-anak dari putus sekolah—saya yakin penerimaannya akan jauh lebih baik,” tambahnya.

Selain pendidikan, Harminsyah juga menyoroti tren naiknya kasus kekerasan terhadap anak di Samarinda. Ia mengingatkan bahwa upaya perlindungan terhadap anak tidak cukup hanya mengandalkan kebijakan pemerintah, tapi harus dimulai dari lingkungan terkecil: keluarga.

“Keluarga adalah garda terdepan perlindungan anak. Jika komunikasi buruk atau tekanan ekonomi dibiarkan, maka anak bisa menjadi korban dalam rumah sendiri,” tegas politisi dari Komisi IV itu.

Ia juga mendorong Pemkot Samarinda agar mengarusutamakan program-program penguatan keluarga, seperti pelatihan pengasuhan, dukungan psikososial, dan partisipasi komunitas dalam menciptakan lingkungan aman bagi anak-anak.

“Pembangunan sosial harus menempatkan perlindungan anak sebagai prioritas. Karena yang kita jaga bukan hanya masa depan mereka, tapi juga kondisi psikologis dan sosial mereka hari ini,” jelasnya.

Harminsyah memastikan DPRD akan terus memantau implementasi berbagai kebijakan sosial agar benar-benar menyentuh kelompok yang rentan, terutama anak-anak dari keluarga miskin dan rentan.

“Anak-anak itu bukan sekadar generasi penerus. Mereka adalah warga kota hari ini yang harus kita jaga haknya sejak dini,” pungkasnya. (Adv)