Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
DPRD Kota Samarinda

Akui Tak Dilibatkan Dalam Pembentukan Dewan Pengawas Perumda Varia Niaga

266
×

Akui Tak Dilibatkan Dalam Pembentukan Dewan Pengawas Perumda Varia Niaga

Sebarkan artikel ini

Anggota DPRD Samarinda, Novi Marinda.(Ist)

Timeskaltim.com, Samarinda – Anggota DPRD Kota Samarinda, Novi Marinda Putri, menanggapi pembentukan Dewan Pengawas Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Varia Niaga. 

Menurutnya, terdapat sesuatu yang tidak benar dengan pengelolaan Perumda Varia Niaga sehingga perlu membentuk Dewan Pengawas.

Novi menjelaskan, selama berdirinya Perumda Varia Niaga pada 2021 hingga saat ini belum ada hasil yang siginifikan untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD). 

Padahal, lanjutnya, tujuan dari dibentuknya Perumda Varia Niaga salah satunya untuk meningkatkan PAD.

Dirinya berharap, dengan dibentuknya Dewan Pengawas, Perumda Varia Niaga memiliki inovasi yang bagus untuk meningkatkan PAD Kota Samarinda.

“Mudah-mudahan dengan dibentuknya Dewan Pengawas ini, kedepan Varia Niaga menghasilkan effort yang baik buat PAD Kota Samarinda,” ucapnya.

Ia juga menyarankan, Pemerintah Kota agar membentuk perusahaan daerah yang lain guna membidangi masing-masing kegiatan usaha. 

Sebab, selama ini Perumda Varia Niaga terlalu banyak membidangi kegiatan usaha sehingga dinilai tidak fokus.

“Cabang-cabang kerjaannya terlalu banyak, akhirnya tidak fokus. Dari awal Varia Niaga dibentuk kan untuk pangan, tiba tiba menjalar ke macam-macam bidang usaha,” terangnya.

Tak hanya itu, ia mengungkapkan, pengelolaan parkir yang dilakukan oleh Perumda Varia Niaga selama tiga bulan terjadi kegagalan total.

Bahkan, diketahui hingga sekarang masih menyisakan beberapa masalah yang belum terselesaikan.

Pihaknya mengaku, dalam pembentukan Dewan Pengawas tersebut DPRD Kota Samarinda tidak dilibatkan.

“Kalau masih sama saja hasilnya, untuk apa dibentuk Dewan Pengawas. Karena pembentuk Dewan Pengawas, DPRD tidak dilibatkan dalam pembentukannya. Jadi kami juga tidak tahu sebenarnya Dewan Pengawas porsinya seperti apa,” tandasnya. (Adv/Bey/Wan)