Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
AdvertorialDPRD Kota SamarindaSamarinda

Afif Rayhan Harun Menilai OPD Lamban Tangani Para PKL Bantaran Sungai Mahakam 

515
×

Afif Rayhan Harun Menilai OPD Lamban Tangani Para PKL Bantaran Sungai Mahakam 

Sebarkan artikel ini

Anggota DPRD Samarinda, Andi Muhammad Afif Rayhan Harun.(Topan Setiawan/Times Kaltim)

Timeskaltim.com, Samarinda – Juru Parkir Liar atau dikenal Jukir menjadi sorotan keresahan bagi sebagian pengguna transportasi darat yang menepi untuk menikmati keindahan Kota Samarinda. Hal tersebut diduga, terjadi sejak kembali diperbolehkannya Pedagang Kaki Lima (PKL) mulai berjualan di kawasan tersebut. 

Hal tersebut sempat di soroti oleh, Wali Kota Samarinda, Andi Harun. Ia sebelumnya memastikan dalam waktu dekat akan melakukan evaluasi.

Tak tanggung-tanggung, isu ini pun hingga memberinperhatian kepada wakil rakyat di DPRD Samarinda Samarinda. 

“Tapi ini tergantung dari dishubnya (Dinas Perhubungan Samarinda) aja lagi. Kadang saya lewat di situ tidak ada dishubnya (yang berjaga). Jadi harusnya dishub bisa bekerja lebih,” tutur Andi Muhammad Afif Rayhan Harun saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (26/9/2022) siang.

Ia menyebut, kerja lamban operasi perangkat daerah (OPD) yang bertanggung jawab mengawasi aktivitas bantaran Sungai Mahakam dinilai Afif sebagai langkah mencederai putusan Pemkot Samarinda.

Kendati demikian,  politikus fraksi Gerindra itu meminta, khususnya Dishub Samarinda melakukan pengawasan lebih ketat dan terus meningkatkan kinerjanya.

“Pemerintah sudah membuat terobosan, sudah mengeluarkan kebijakan dan sisanya tinggal dari para OPD lagi yang melakukan dukungan kerja. Dan ini harus menjadi perhatian serius bagi Dishub. Jangan sampai kalau terus dibiarkan kembali menjadi kumuh (seperti dulu),” tegas Afif.

“Sedangkan kita ini kan ingin membuat wajah baru Kota Samarinda menjadi kota peradaban. Kan begitu,” tambah Afif.

Disinggung mengenai keluhan Dishub Samarinda yang menyebut kalau pengawasan Tepian Mahakam tidak bisa dilakukan sebab kekurangan jumlah personel, seketika dibantah oleh Afif.

Kata politisi termuda di DPRD Samarinda itu, keluhan kekurangan personel adalah persoalan mudah yang bisa diselesaikan dan tak seharusnya menjadi alasan.

“Kalau kekurangan anggota kan tinggal ditambah aja, kalau kendalanya di situ apa susahnya (ditambah personel jaga). Kalau ngomong doang (kekurangan personel) saya juga bisa. Apalagi (kuranganya personel Dishub Samarinda) tidak diiringi dengan datanya,” sindir Afif.(Adv/Wan)