Oleh : Nurhasni, SE.
INDONESIA memiliki kekayaan dan keindahan tanah air dengan beribu pulaunya berkat anugrah Tuhan Yang Maha Esa. Sudah sepantasnya, kita banyak bersyukur dan menjaganya agar dapat terpelihara baik untuk kehidupan generasi mendatang. Antisipasi terjadinya dampak lingkungan akibat limbah seperti banjir, pencemaran air dan udara.
Setiap makhluk hidup di bumi dalam proses kehidupannya merupakan penyumbang terbesar dari sampah atau limbah. Perubahan terhadap pengolahan limbah, seharusnya sudah dimulai dapat dikondisikan melalui proses pemilahan limbah, baik itu limbah lunak organik maupun limbah lunak an organik.
Limbah adalah zat yang dihasilkan dari suatu proses produksi, baik industri maupun domestik. Limbah dapat berupa sampah, air kakus dan air buangan. Limbah padat lebih dikenal dengan sebagai sampah, yang seringkali tidak dikehendaki kehadirannya karena tidak memiliki nilai ekonomis.
Sampah adalah suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari hasil aktifitas manusia sehari-hari maupun proses alam yang belum memiliki nilai ekonomis.
Limbah lunak sendiri dari tempat asalnya bisa beraneka ragam, ada limbah rumah tangga, limbah pabrik, dan limbah dari suatu kegiatan tertentu. Jenis limbah lunak yang dapat dijadikan bahan kerajinan harus diidentifikasi terlebih dahulu.
Setelah memahami jenis limbah lunak, kita dapat mengelompokkan jenis limbah lunak organik dan an organik, yang dapat dimanfaatkan sebagai kerajinan. Produk kerajinan dari bahan limbah lunak di Indonesia sudah semakin beragam, kreatif, inovatif dan selalu berkembang.
Prinsip Kerajinan Bahan Limbah Lunak
Berdasarkan pengetahuan terhadap limbah dan juga pemahaman terhadap kebutuhan masyarakat maka kerajinan dari bahan dasar limbah dapat dibuatt dengan berbagai bentuk dan fungsinya.
Prinsip pengolahan sampah di kenal dengan istilah 3R, yaitu mengurangi pengunaan sampah/limbah (Reduce), Menggunakan kembali sampah/limbah yang bisa dipakai berulang – ulang (Reuse), Mendaur ulang menjadi kerajinan yang bernilai ekonomis tinggi (Recycle).
Jenis dan Karakteristik Bahan Limbah Lunak
Jenis Limbah yang dapat dimanfaatkan sebagai kerajinan diidentifikasi terlebih dahulu.
Limbah Lunak Organik
Limbah lunak organik adalah limbah lunak yang berasal dari sumber alam, baisa disebut dengan limbah basah karena mempunyai kandungan air yang cukup tinggi dan mudah membusuk jika tidak segera diolah. Contoh jenis limbah ini yaitu,Kulit jagung, kulit bawang, sisa –sisa sampah rumah tangga, kertas dan pelepah pisang. Hasil kerajinan dari limbah ini yaitu : Sandal dari pelepah pisang, gantungan kunci dari kulit jagung, miniatur dari Koran bekas
Limbah lunak anorganik adalah limbah yang berasal dari limbah bahan olahan buatan dengan campuran bahan kimiawi yang menghasilkan bahan yang lembut, lentur dan mudah dibentuk dengan bahan yang sederhana, Sifat dari limbah lunak organik tidak terurai dalam tanah walupun memerlukan waktu yang relatif lama.

Aneka tas cantik dapat diolah melalui limbah lunak plastik.(Ilustrasi)
Contoh jenis limbah ini yaitu : Plastik kemasan, kotak kemasan, kain perca, karet synthesis, Styrofoam.
Hasil kerajinan limbah ini yaitu : Aneka anyaman dari bahan plastik, miniatur kendaran dari kotak kemasan, kursi dari ban bekas, tas dari kain perca
Kerajinan Limbah Lunak Anorganik
Limbah lunak anorganik yang dapat didaur ulang yaitu sampah plastik, kotak kemasan, plastik, dan kain perca. Dalam penciptaan produk kerajinan dari limbah lunak lebih kepada memunculkan ciri khas pengrajin dalam mengembangkan desain kerajinannya.
Kerajinan Limbah Plastik
Limbah plastik bahan lunak yang biasa digunakan sebagai bahan kerajinan meliputi plastik bekas kemasan meliputi: kemasan minuman serbuk, minyak goreng, pengharum baju, detergen, dsb. Jika diperhatikan gambar-gambar dan warnanya sangat menarik perhatian.
Selain itu limbah jenis ini memiliki ketebalan yang beraneka ragam. Karena sifat bahannya yang lunak bahan ini dapat diproses dengan mudah melalui berbagai teknik seperti anyaman, jahit, tempel, sambung, dsb.
Contoh Kerajinan Limbah Plastik
Beberapa contoh kerajinan limbah plastik yang sudah banyak dibuat oleh pengrajin adalah tas, wadah tisu, wadah serbaguna, topi, payung, jas hujan, wadah pensil, taplak, dan masih banyak lagi.
Berbagai upaya kecil bersifat teknis berbasis pengajaran langsung. Sebagai pengajar pada mata pelajaran prakarya melakukan secara berkala. Pendampingan kepada para siswa SMP N 14 Samarinda, dalam menciptakan karya kerajinan baik dalam kelas maupun di luar kelas.
Contoh ketika pada Materi pembelajaran “Kerajinan Limbah Lunak”, Saya Memakai Media Gambar berbagai Kerajinan cantik dari Limbah Plastik, misalnya limbah dari bungkus kemasan plastik, dan limbah sedotan. Para siswa semangat mengumpulkan limbah limbah plastik baik itu yang berada di sekitar lingkungan sekolah, maupun di lingkungan sekitar tempat tinggalnya.
Limbah tersebut sangat banyak dan mudah di dapatkan, Dalam proses tahapan pemilahan hingga pembersihan limbah tersebut cukup panjang namun tidak menyurutkan semangat siswa tersebut dalam membuat tas cantik dari kejainan limbah plastik kemasan dan limbah sedotan, mereka sangat ceria, antusias dan sambil bermain.
Tas cantik hasil karya siswa sebahagian di pajang di etalase sekolah untuk dijadikan bahan pameran dan bazar yang merupakan syarat mutlak yang harus dilaksanakan setiap siswa kls IX diakhir kelulusannya Tas hasil kerjinan dari limbah plastik, sangat bagus dan diminati kalangan ibu guru dan orang tua siswa itu sendiri.
Alhasil para siswa yang merasa hasil karyanya di hargai semakin semangat dalam meciptakan hasil kerajinan dari limbah lunak organik maupun limbah non organik dengan model dan limbah yang berbeda.
Semoga dengan melalui tulisan ini, mari kita mengajak kepada semua kalangan baik itu pelajar, pengajar, hingga pemangku kebijakan untuk mengubah maenzet bahwa Limbah itu Emas.(*/Wan)
*Penulis merupakan Salah Satu Guru di SMP Negeri 14 Samarinda berlokasi di Jalan Irigasi No. 6 Kecamatan Palaran.












