Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Fuad Fakhruddin.(Topan Setiawan/Timeskaltim.com)

Timeskaltim.com, Samarinda – Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Fuad Fakhruddin menerangkan masyarakat perlu pembiasaan agar perilaku transaksi non tunai tidak lagi menjadi kesulitan.
“Maka ini tergantung pemerintah sendiri sosialisasinya sampai mana, kalau itu harus digerakkan secara menyeluruh maka tinggal kebiasaan saja nantinya,” ungkap Fuad, Rabu (11/5/2022).
Pemerintah kota Samarinda tengah berupaya memperluas jangkauan pembayaran non tunai di berbagai lini di kota tepian.
Mulai dari transaksi pembayaran parkir, hingga pusat perbelanjaan bahkan telah merambah di beberapa pasar tradisional melalui program SIAP QRIS.
Menurut Fuad banyak kemudahan yang dapat dirasakan oleh masyarakat bila menerapkan pembayaran secara non tunai.
“Karena memang dari sisi keamanannya, pembayaran non tunai ini sangat aman, kemudian pedagangnya tidak perlu repot mengembalikan kelebihan uang dari pembeli,” cetus anggota Fraksi Gerindra ini.
Untuk itu Fuad menekankan sosialisasi yang harus terus menerus ditingkatkan oleh pemerintah kota Samarinda jika ingin penerapan pembayaran non tunai ini semakin akrab di tengah masyarakat.
“Seperti yang saya sampaikan, sosialisasi harus betul-betul menyeluruh karena masih banyak masyarakat yang belum tau, dengan QRIS itu kita diberi kemudahan, jadi kenapa tidak kita lakukan,” pungkasnya.(Adv/Wan)












