Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
AdvertorialSamarinda

Komisi I DPRD Samarinda Ungkap Program Pro Bebaya Akan Hadapai Sejumlah Tantangan

284
×

Komisi I DPRD Samarinda Ungkap Program Pro Bebaya Akan Hadapai Sejumlah Tantangan

Sebarkan artikel ini

Wakil Ketua DPRD Samarinda, Jhoni Sinatra Ginting.(Ist)

Timeskaltim.com, Samarinda – Program Pro Bebaya Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda tahun 2022, akan menghadapi berbagai sejumlah tantangan. Hal tersebut disinggung Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Samarinda, Joni Sinatra Ginting, di ruang kerjanya, Jumat (15/4/2022).

Menurutnya, program alokasi dana Rp 100 juta kepada setiap RT per tahun itu harus dibarengi dengan kesiapan sumber daya manusia.

Hal itulah yang menjadi salah satu tantangan, mengingat tahun ini alokasi dana untuk program tersebut diperluas kepada seluruh RT di Samarinda yang berjumlah 1.992 RT.

Kemampuan pihak-pihak yang melaksanakan program tersebut dinilai masih terkendala dalam pengoperasian perangkat teknologi untuk keperluan pelaporan dan pendataan.

“Karena sistem program ini terkomputerisasi semua dan rata-rata di konstituen kita ketua RT-nya itu gaptek, khawatirnya mereka akan terjebak dan menggampangkan padahal itu ada konsekuensinya,” ucap Joni.

Oleh karena itu, Joni mendorong agar revisi terhadap peraturan daerah tentang pembentukan RT di Samarinda ini segera terlaksana.

Dalam revisi perda itu akan mencantumkan ketentuan standar kualifikasi seseorang yang menjadi ketua RT berdasarkan jenjang pendidikan minimal SMA.

Hal itu dilakukan agar jika ada program-program pemerintah yang melibatkan masyarakat di tingkat RT, ketua RT dapat lebih familiar dalam mengakses program yang telah berbasis teknologi.

Selain itu, menurut politisi Partai Demokrat tersebut, pemkot juga perlu memilah kondisi lingkungan RT yang betul-betul membutuhkan sentuhan anggaran untuk membangun lingkungannya.

“Kalau lingkungan dan warga RT nya sudah mapan seperti di wilayah perkotaan, jalannya sudah bagus, mereka juga akan bingung dana ini akan dialokasikan ke mana. Maka lebih baik juga pemkot betul-betul memilah mana RT yang sedang membangun daerahnya, yang perlu disupport,” sebut Joni.

Pemkot Samarinda sendiri akan segera memulai tahapan sosialisasi pelaksanaan program Pro Bebaya pada tahun 2022 ini.

Saya berharap dengan alokasi dana pembangunan dan pemberdayaan yang telah masif di seluruh RT di Samarinda, agar penyaluran anggaran program Pro Bebaya ini bisa sesuai peruntukkan dan tepat sasaran,” pungkasnya.(Adv/Wan)