Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Daerah

Data Distransnaker Kukar, Akhir Tahun 2025 Tercatat Ada 11 Ribu Pencari Kerja

6
×

Data Distransnaker Kukar, Akhir Tahun 2025 Tercatat Ada 11 Ribu Pencari Kerja

Sebarkan artikel ini
Kabid Kesempatan dan Penempatan Kerja Distransnaker Kukar, Darma Gumawang. (Rob/Timeskaltim)

Timeskaltim.com, Kukar – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus mendorong penurunan angka pengangguran melalui pembaruan data tenaga kerja dan penguatan program pelatihan berbasis kompetensi. Hingga akhir 2025, jumlah pencari kerja di Kukar tercatat mencapai sekitar 11 ribu orang.

Kepala Bidang Kesempatan dan Penempatan Kerja Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kukar, Darma Gumawang, mengatakan data tersebut dihimpun dari berbagai sumber, mulai dari kecamatan hingga lembaga pendidikan.

“Data kami kumpulkan dari 20 kecamatan, Bursa Kerja Khusus di sekolah, serta Mal Pelayanan Publik,” ujarnya, pada Sabtu (04/04/2026).

Menurutnya, angka tersebut merupakan jumlah pencari kerja terbuka yang tercatat melalui Kartu Kuning atau AK1 hingga 31 Desember 2025.

“Jumlahnya sekitar 11 ribu orang, itu yang tercatat secara resmi sebagai pencari kerja,” jelasnya.

Untuk mengurangi angka tersebut, Pemkab Kukar menempuh berbagai langkah, salah satunya melalui pelatihan kerja berbasis kebutuhan industri. Program ini dirancang agar peserta memiliki keterampilan yang langsung terserap di dunia kerja.

Salah satu program yang dijalankan adalah pelatihan welder di Batam. Pada angkatan ketiga, sebanyak 13 peserta telah menyelesaikan pelatihan selama 3,5 bulan.

“Dari tiga angkatan, alhamdulillah seluruh peserta sudah bekerja,” ungkap Darma.

Selain itu, pemerintah juga mendorong pengembangan usaha mandiri sebagai alternatif penyerapan tenaga kerja. Berbagai pelatihan keterampilan diberikan, mulai dari tata boga, barbershop, hingga barista.

Menurut Darma, pendekatan ini penting karena faktor ekonomi menjadi salah satu penyebab tingginya angka pengangguran.

“Orang yang tidak punya akses ekonomi sulit mendapatkan pekerjaan, sehingga perlu didorong melalui keterampilan usaha,” katanya.

Ke depan, seluruh peserta pelatihan akan diarahkan untuk memiliki sertifikasi resmi melalui kerja sama dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

“Kami sudah memiliki data by name by address, sehingga memudahkan proses tindak lanjut untuk sertifikasi kompetensi,” ujarnya.

Saat ini, terdapat sembilan program pembekalan dan perluasan tenaga kerja yang dijalankan Distransnaker Kukar. Meski jumlahnya menurun dibanding tahun sebelumnya akibat keterbatasan anggaran, pemerintah memastikan program tetap berjalan.

“Kami tetap berupaya maksimal agar program ini terus membantu mengurangi angka pencari kerja di Kukar,” pungkasnya. (Rob/Pii)