Timeskaltim.com, Samarinda – PT Pelindo Jasa Maritim (SPJM) kini telah memasang perangkat navigasi modern berupa Port Entry Light (PEL), serta sistem sensor pemantau kondisi perairan, disekitar kolong Jembatan Mahakam Samarinda.
Untuk diketahui bahwa teknologi ini dipasang untuk meningkatkan keselamatan pelayaran di alur Sungai Mahakam.
Perangkat tersebut dirancang untuk membantu proses pemanduan kapal yang melintas di bawah jembatan.
Jalur pelayaran di kawasan ini dikenal memiliki tingkat kesulitan tersendiri karena ruang manuver kapal yang terbatas serta karakter arus sungai yang cukup dinamis.
Sekretaris Perusahaan SPJM, Tubagus Patrick Tribudi Utama Iskandar, mengatakan bahwa pemasangan perangkat navigasi tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan, dalam meningkatkan standar keselamatan operasional, di Sungai Mahakam.
“Aktivitas pelayaran di kolong jembatan membutuhkan dukungan teknologi yang mampu membantu nahkoda maupun perwira pandu menentukan jalur pelayaran secara lebih akurat,” ujarnya kepada awak media, Jumat (06/03/2026).
Menurut dia, perangkat Port Entry Light ini mulai dipasang sejak September 2024 lalu, teknologi ini berupa lampu navigasi berintensitas tinggi.
Dengan berfungsi sebagai penanda jalur aman, bagi kapal saat melintas di bawah jembatan.
“Lampu navigasi ini membantu kapal mengenali posisi alur pelayaran dengan lebih jelas, terutama saat kondisi cahaya terbatas seperti pada malam hari atau ketika cuaca berkabut,” katanya.
Sementara itu, Direktur Operasi dan Teknik SPJM, Edward DN Napitupulu, menambahkan bahwa teknologi PEL telah banyak digunakan di pelabuhan internasional yang memiliki lalu lintas kapal padat maupun alur pelayaran yang sempit.
“Kami telah melakukan sejumlah riset dan teknologi PEL memang sudah digunakan secara luas di pelabuhan-pelabuhan internasional yang sibuk,” jelas Edward.
Selain lampu navigasi, SPJM juga memasang sensor pemantau kondisi perairan di sekitar Jembatan Mahakam dan Jembatan Mahulu sejak Januari 2026.
Sensor tersebut digunakan untuk memantau berbagai parameter penting di perairan.
Mulai dari kecepatan arus sungai hingga jarak antara permukaan air dengan bagian bawah jembatan.
Diakhir ia mengungkapkan bahwa data pemantauan itu akan ditampilkan melalui monitor yang dipasang di railing Jembatan Mahakam.
Selanjutnya akan terhubung dengan sistem dashboard berbasis web, yang memperbarui informasi secara real-time setiap satu menit.
“Teknologi ini diharapkan dapat membantu nahkoda dan perwira pandu. Khususnya dalam melakukan pemanduan kapal secara lebih aman, akurat, dan efisien saat melintas di alur pelayaran Sungai Mahakam,” tutup DN Napitupulu. (Has/Pii)












