Timeskaltim.com, Lifestyle – Berbuka puasa bukan sekadar melepas dahaga, tapi juga momen krusial bagi kesehatan lambung. Terutama bagi penderita maag atau asam lambung, salah memilih takjil bisa berujung perih, kembung, hingga nyeri ulu hati.
Mengutip informasi kesehatan dari platform medis Alodokter, lambung berada dalam kondisi kosong sekitar 12 jam selama berpuasa. Saat azan magrib tiba, konsumsi makanan dalam porsi besar dan tergesa-gesa berisiko memicu lonjakan asam lambung.
Karena itu, makanan pembuka sebaiknya ringan dan mudah dicerna. Kurma menjadi salah satu pilihan yang direkomendasikan. Buah ini kaya serat, membantu proses pencernaan, sekaligus menetralkan asam lambung dan mengembalikan energi dengan cepat.
Minuman hangat seperti air putih hangat juga disarankan. Selain membantu rehidrasi, minuman ini relatif aman dan tidak mengiritasi lambung. Air kelapa pun bisa menjadi alternatif karena menyegarkan serta membantu mengganti cairan tubuh secara alami.
Untuk buah, pilih yang rendah asam seperti pisang dan pepaya. Pisang bersifat basa sehingga membantu menyeimbangkan kadar asam lambung, sementara pepaya mendukung kerja sistem pencernaan agar lebih optimal.
Buah non-sitrus juga bisa diolah menjadi jus atau smoothies, seperti semangka dan melon. Jenis buah ini cenderung lebih aman karena tidak memicu peningkatan asam lambung seperti jeruk atau lemon.
Sebaliknya, makanan bersantan, pedas, dan berminyak sebaiknya dihindari saat berbuka. Gorengan, buah sitrus, kopi, hingga minuman bersoda berpotensi memperparah iritasi lambung setelah seharian kosong.
Tak kalah penting adalah pola makan. Disarankan berbuka dalam porsi kecil dan bertahap, bukan langsung menyantap makanan berat saat azan berkumandang.
Cara yang lebih ramah lambung adalah memulai dengan takjil ringan, kemudian menunaikan salat magrib, baru setelah itu mengonsumsi makanan utama. Pola ini membantu lambung beradaptasi secara perlahan.
Dengan pemilihan takjil yang tepat dan pola makan yang teratur, ibadah puasa dapat dijalani dengan nyaman tanpa gangguan lambung. (Rob/Pii)












