Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Samarinda

Terkait Kasus Ancaman Ormas ke Jurnalis, Rudy Mas’ud: Kritik Diperbolehkan Asal Tidak Langgar Etik

45
×

Terkait Kasus Ancaman Ormas ke Jurnalis, Rudy Mas’ud: Kritik Diperbolehkan Asal Tidak Langgar Etik

Sebarkan artikel ini
Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud. (Hasbi/Times Kaltim)

Timeskaltim.com, Samarinda – Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, akhirnya angkat bicara mengenai dugaan intimidasi terhadap Achmad Ridwan, founder Selasar.co.

Ancaman itu disinyalir dilakukan oleh seorang ketua Organisasi Masyarakat (ORMAS) yang mencatut dirinya sebagai pendukung setia pasangan Rudy Mas’ud – Seno Aji pada masa Pilkada.

kepada awak media, ia menegaskan bahwa dirinya tidak mengetahui isi percakapan telepon yang dipersoalkan. Meski begitu, ia menolak segala bentuk tekanan, kekerasan, maupun upaya menghambat kerja jurnalistik.

“Silakan ditanyakan kepada yang bersangkutan. Saya tidak tahu apa yang dibicarakan atau dikomunikasikan. Tapi yang jelas, kita menentang tindakan kekerasan terhadap jurnalis. Hanya saja, jurnalis juga punya kode etik,” ujarnya, usai menghadiri penyerahan bonus atlet di Aula Dispora Kaltim, Komplek Kadrie Oening Samarinda, pada Kamis (27/11/2025).

Ketua DPD Golkar Kaltim itu menegaskan bahwa intimidasi bukan bagian dari prinsip pemerintahannya. Ia juga mengatakan akan membuka ruang kritik seluas-luasnya, selama bersandar pada fakta dan tidak menyerang ranah personal.

“Silakan kritik yang bersifat membangun. Bukan menyerang individu. Kalau sudah menyentuh ranah pribadi, itu bisa masuk ke pencemaran nama baik,” jelasnya.

Ia menambahkan, sejauh ini dirinya tidak pernah mempermasalahkan pemberitaan kritis selama mengikuti kaidah etik jurnalistik. Rudy bahkan berharap media tetap berperan menjaga iklim informasi yang sehat dan situasi daerah yang kondusif.

“Saya tidak pernah berkomentar macam-macam soal itu. Intinya silakan memberikan masukan. Tapi kalau bisa, pemberitaan yang pertama itu aktual, dan kedua menyejukkan suasana di Kaltim,” tuturnya.

Menutup pernyataannya, Rudy menegaskan bahwa fokus utama pemerintahannya adalah bekerja nyata agar program GratisPol dan JosPol dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

“Kita bukan tipe yang banyak bicara. Tugas eksekutif adalah bekerja. Kalau ingin banyak berbicara, tempatnya di legislatif, karena di sanalah ruang untuk berdebat,” tegasnya. (Has/Bey)