Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
AdvertorialHukum & PeristiwaSamarinda

Komisi II DPRD Kaltim Lakukan Sidak Ke Beberapa Retail Terhdap Pasokan Minyak,Tyo: Tak Ada Lagi Korban Jiwa Karena Minyak

287
×

Komisi II DPRD Kaltim Lakukan Sidak Ke Beberapa Retail Terhdap Pasokan Minyak,Tyo: Tak Ada Lagi Korban Jiwa Karena Minyak

Sebarkan artikel ini

Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Nidya Listyono melakukan Sidak terhadap beberapa retail terkait jumlah pasokan minyak menjelang bulan ramadan.(Topan Setiawan/Times Kaltim).

Timeskaltim.com, Samarinda – Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Nidya Listyono bersama Anggota Komisi II, Siti Rizky Amelia melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) terhadap beberapa Retail meninjau jumlah pasokan minyak yang ada di Samarinda, pada Senin (21/3/2022) siang.

Hal tersebut, dilakukan untuk memastikan ketersediaan minyak goreng yang sempat langka di pasaran sehingga menumbalkan dua korban jiwa.

Politisi partai Golkar itu, menemukan hanya beberapa persediaan minyak goreng dan beberapa dus stok minyak goreng yang tersisa. Melihat hal tersebut Tyo sapaan akrabnya menyebutkan jika memang ada keterlambatan pengiriman.

“Saya meminta kepada pihak manajemen Lote Mart untuk segera mendatangkan minyak goreng tersebut agar masyarakat dapat semua tidak lagi panic buying,” ucap Tyo saat diwawancarai awak media.

Selain itu di Lote Mart Tyo mendapati stok gula pasir yang kosong padahal sudah H-11 puasa Ramadan.

Tak hanya itu, Tyo juga menyambangi Indogrosir untuk meninjau persedian minyak untuk persiapan menjelang ramadan.

“Kami sangat berharap kepada pemerintah untuk terus memantau harga harga dipasaran terutama minyak goreng,gula apalagi menjelang ramadhan. Kalau di Indogrosir harga minyak goreng merek Bimoli yang kemasan 2 liter seharga Rp 54.000,” sebutnya.

Kemudian, Legislator Karang Paci Asal Samarinda ini, juga melakukan sidak ke beberapa warung sembako di Jalan AW Syahrani.

Ia mendapati, kurang lebih 16 minyak goreng merek Bimoli dengan harga Rp 53.000, serta gula pasir per kilogram dengan harga yang masih relatif dapat dijangkau masyarakat yakni Rp 15.000,-.

“Dari hasil sidak ini dapat kita simpulkan bahwa kelangkaan minyak goreng ini akibat panic buying sehingga masyarakat membeli dengan jumlah banyak untuk distok di rumah, sebenarnya kalau tidak begitu minyak goreng aman aman saja,” bebernya.

“Namun kami juga sangat berharap kepada pemerintah pusat agar lebih memperhatikan kebutuhan pokok masyarakat apalagi ini kan menjelang ramadhan jangan sampai ada spekulan yang bermain kasian masyarakat,”tambahnya.

Tyo mengimbau agar tak ada lagi panic buyng terhadap antrian penjualan minyak ataupun gula pasir. Sehingga, kejadian yang menelan korban jiwa tak terulang kembali.

“Jangan ada lagi korban jiwa hanya gara gara minyak goreng,”pungkasnya.(Adv/Wan)