Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Samarinda

15 Napi Kabur dari Polsek Samarinda Kota Berhasil Ditangkap, Tiga Jadi Otak Pelarian

117
×

15 Napi Kabur dari Polsek Samarinda Kota Berhasil Ditangkap, Tiga Jadi Otak Pelarian

Sebarkan artikel ini
15 narapidana yang berhasil melarikan diri dari Polsek Samarinda Kota. (Berby/Times Kaltim)

Timeskaltim.com, Samarinda – Polresta Samarinda akhirnya berhasil mengamankan kembali seluruh 15 narapidana yang melarikan diri dari sel Polsek Samarinda Kota pada 19 Oktober 2025 lalu. Keberhasilan ini disampaikan dalam konferensi pers di Mapolresta Samarinda, Rabu (29/10/2025), yang dipimpin langsung oleh Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar.

“Pada 28 Oktober 2025, kami dari tim gabungan Polresta Samarinda beserta jajaran berhasil mengamankan kembali seluruh 15 tahanan yang kabur. Proses pengejaran ini memakan waktu delapan hari,” jelas Hendri.

Menurutnya, pengungkapan kasus ini dilakukan melalui kerja keras tim gabungan yang terus menindaklanjuti setiap petunjuk di lapangan.
“Selama delapan hari, setiap petunjuk yang kami dapatkan langsung kami tindak lanjuti. Alhamdulillah, seluruhnya kini sudah diamankan, termasuk satu orang yang paling penting dan krusial,” tegasnya.

Kapolresta juga membeberkan bahwa dari 15 napi tersebut, ada tiga orang yang menjadi inisiator dalam perencanaan pelarian.
“Tiga orang yang menjadi perencana awal adalah Kahar bin Sukarno, Edy Ramlan alias Melang bin Makkuasa, dan Irfan bin Ilyas,” ungkapnya.

Ketiganya disebut sebagai otak di balik pembobolan toilet sel tahanan yang menjadi jalur pelarian.
“Mereka mematahkan besi tiang jemuran yang digunakan untuk membobok kloset Polsek. Bahkan mencabut paku cantolan baju dan menggunakannya sebagai alat untuk mencongkel,” terang Hendri.

Selain tiga inisiator tersebut, terdapat empat orang yang turut melakukan aksi pembobolan fisik pada kloset, yakni Kahar, Edy Ramlan, Irfan, dan Yohanes Doriyanto Adilalesu.

“Aksi itu mereka lakukan sejak tanggal 17 hingga 19 Oktober 2025,” imbuhnya.

Hendri kemudian merinci satu per satu nama para napi berikut lokasi penangkapan mereka. Sebagian besar ditangkap di Samarinda, sementara dua di antaranya melarikan diri hingga ke Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

“Upaya pengejaran dilakukan tanpa henti hingga akhirnya semua berhasil diamankan, baik yang ditangkap di Samarinda maupun di luar daerah,” ujarnya.

Dengan selesainya proses penangkapan ini, Hendri memastikan seluruh tahanan telah dikembalikan ke sel, sementara penyelidikan terhadap kasus kaburnya napi masih terus berlanjut untuk memastikan tidak ada kelalaian petugas. (Bey)