Timeskaltim.com, Samarinda – Anggota DPRD Kaltim, Sapto Setyo Pramono sukses menggelar Penguatan Demokrasi Daerah (PDD) ke-10 yang digelar di Aula Kampus Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komunikasi (STMIK) Widya Cipta Dharma (WICIDA) Samarinda, Selasa (21/10/2025) sore.
Mengangkat tajuk “Pemilukada Langsung, Masalah, dan Tantangannya”, kegiatan yang berlangsung hangat ini menghadirkan narasumber komepten, yakni Komisioner KPU Kaltim, Abdul Qoyyim Rasyid.
Dalam paparannya, Sapto Setyo Pramono menilai tantangan terbesar dalam Pemilukada dan tata kelola pemerintahan daerah adalah akurasi database kependudukan.
Ia menegaskan, perbaikan data yang presisi adalah kunci penyelesaian berbagai masalah sosial dan administrasi.
“Masalah yang mendasar adalah akurasi perbaikan database. Database yang presisi itu penting untuk dilakukan pembaruan secara benar,” ujar Sapto.
Menurutnya, data kependudukan yang akurat akan menjadi induk dari semua kebijakan. Mulai dari pendidikan, ketenagakerjaan, kesehatan, hingga program bantuan sosial.
Ia mencontohkan, banyaknya bantuan pemerintah yang tidak tepat sasaran adalah akibat langsung dari lemahnya sistem pembaruan data
“Misalkan namanya si A, pekerjaannya apa, pendidikannya apa, tinggalnya di mana, statusnya apa itu semua bisa dipakai ke mana-mana, bahkan untuk menentukan kategori (penerima bantuan) bawah ke atas,” tambahnya.
Legislator Kaltim ini juga menyoroti peran penting perangkat desa sebagai ujung tombak. Ia menilai, sistem pembaruan data di tingkat Pemerintah Desa masih sangat lemah.
“RT itu ujung tombak. Mereka harus menguasai dan bisa mengoperasikan IT, karena mereka yang tahu siapa yang lahir, meninggal, atau pindah,” tegasnya.
Sapto bahkan menyinggung wacana penerapan e-voting di masa depan, yang menurutnya tidak akan efektif tanpa adanya pembenahan data kependudukan yang menyeluruh.
“Kalau ada wacana e-voting, perbaiki dulu databasenya. Kalau database-nya clear, kita bisa tahu siapa tinggal di mana, statusnya seperti apa, pendidikannya apa. Baru sistem digital bisa efektif,” tandasnya.(Wan)












