Timeskaltim.com, Samarinda – Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Darlis Pattalongi, menegaskan bahwa keberadaan Rumah Sakit Islam (RSI) Samarinda tidak boleh diabaikan.
Rumah sakit yang berdiri sejak 1986 itu dinilainya memiliki peran penting dalam sejarah pelayanan kesehatan di Kaltim.
“Sejarah RSI dalam melayani masyarakat adalah bagian dari perjalanan kesehatan di Kaltim. Pemprov harus mendukung inisiatif ini,” kata Darlis belum lama ini.
Menurut Darlis, RSI sudah menjadi bagian dari denyut nadi pelayanan kesehatan di Samarinda selama puluhan tahun.
Kontribusinya sangat besar, terlebih di tengah keterbatasan fasilitas kesehatan yang hingga kini masih dialami ibu kota provinsi.
Ia menyoroti bahwa jika pemerintah daerah mengabaikan RSI, dampaknya akan langsung dirasakan masyarakat. Saat ini jumlah tempat tidur rumah sakit di Samarinda masih jauh dari standar minimal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Darlis mengajak seluruh pihak untuk mengesampingkan ego sektoral dan fokus mencari solusi bersama. Ia menekankan bahwa mempertahankan RSI bukan hanya soal menjaga aset, melainkan juga menyangkut hajat hidup orang banyak.
“Jangan sampai sejarah panjang RSI berakhir hanya karena persoalan administrasi atau sengketa aset. Kita bicara soal warisan pelayanan kesehatan yang harus dijaga,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menyebut transparansi pengelolaan aset dan kajian matang menjadi kunci agar RSI dapat kembali beroperasi optimal. Dengan dukungan penuh dari pemerintah, DPRD, dan Yayasan RSI (YARSI), Darlis optimistis kebangkitan RSI bisa segera terwujud. (Adv/Rob/Bey)












