Timeskaltim.com, Samarinda – Maraknya kasus kekerasan terhadap anak, termasuk tindakan ekstrem hingga pembunuhan oleh orang tua, menjadi perhatian serius Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), H. Baba. Ia menegaskan bahwa kasus-kasus tersebut tidak cukup hanya dilihat dari perspektif hukum semata, namun perlu dikaji mendalam dari sisi kesehatan mental pelaku.
“Kalau sampai orang tua membunuh anaknya, itu sudah sangat berlebihan. Tapi kita jangan langsung memvonis, bisa jadi ada masalah dalam kesehatan mental yang belum terdeteksi,” ujar H. Baba, pada Senin (04/08/2025).
Ia menilai, banyak tindakan kekerasan terhadap anak dipicu oleh ketidakmampuan orang tua dalam mengelola emosi, tekanan ekonomi yang berat, hingga minimnya pemahaman dalam pola asuh yang tepat. Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk lebih peka dan terbuka dalam mencari bantuan profesional.
“Kalau ada anak yang memang agak sulit dikendalikan, saya rasa lebih baik dibawa ke psikiater untuk diperiksa. Jangan malah dipukul atau disakiti. Kita ini harus jadi pelindung, bukan pelaku,” tegasnya.
H. Baba juga mengingatkan pentingnya pembinaan dan edukasi bagi para orang tua mengenai pola asuh yang sesuai dengan perkembangan zaman. Ia menilai, memaksakan kehendak kepada anak tanpa memperhatikan kondisi emosional mereka justru bisa memicu tindakan kekerasan.
“Kami berharap semua orang tua tidak kelewat dalam membina anak. Jangan juga membimbing anak dengan cara yang kasar atau memaksakan kehendak di luar kapasitas anak,” katanya.
Lebih lanjut, H. Baba menyampaikan bahwa Komisi IV DPRD Kaltim akan terus mendorong kolaborasi antara pemerintah daerah, dinas terkait, dan lembaga perlindungan anak. Tujuannya agar kasus kekerasan terhadap anak tidak terus berulang di Kaltim.
Salah satu langkah konkret yang ia usulkan adalah penguatan layanan konseling keluarga, serta sosialisasi tentang pentingnya kesehatan mental bagi masyarakat, khususnya bagi keluarga dengan tingkat tekanan hidup yang tinggi.
“Pemerintah harus hadir memberikan edukasi dan ruang konsultasi yang mudah diakses, khususnya bagi keluarga dengan tingkat tekanan tinggi. Kita tidak boleh abai,” tutupnya. (Adv/Rob/Bey)












