Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
AdvertorialDPRD Kaltim

Ketua DPRD Kaltim Dorong Optimalisasi Limbah Sawit untuk Kemandirian Daging Sapi

254
×

Ketua DPRD Kaltim Dorong Optimalisasi Limbah Sawit untuk Kemandirian Daging Sapi

Sebarkan artikel ini
Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud. (Roby Sugiarto/Timeskaltim)

Timeskaltim.com, Samarinda – Ketergantungan Kalimantan Timur (Kaltim) terhadap pasokan daging sapi dari luar daerah menjadi sorotan serius Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud. Ia menilai, kebutuhan daging sapi yang terus meningkat setiap tahun harus diimbangi dengan penguatan sektor peternakan lokal agar Kaltim tidak terjebak dalam ketergantungan logistik yang berisiko di masa depan.

“Kondisi ini tak bisa dibiarkan berlarut-larut. Ketahanan pangan kita bisa terganggu jika selalu berharap pasokan dari luar. Harus ada terobosan agar peternakan sapi di Kaltim bisa mandiri,” tegas Hasanuddin, pada Kamis (31/07/2025).

Salah satu langkah strategis yang diusulkannya adalah memanfaatkan limbah kelapa sawit sebagai pakan alternatif bagi ternak sapi. Menurutnya, potensi limbah sawit di Kaltim sangat besar, namun selama ini belum dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung sektor peternakan.

“Limbah sawit itu sumber daya yang terabaikan. Padahal kalau dikelola dengan baik, bisa menjadi bahan pakan yang murah dan berkualitas. Ini peluang besar untuk menekan biaya produksi peternakan kita,” ujarnya.

Politisi Partai Golkar ini menekankan pentingnya membangun ekosistem peternakan yang terintegrasi dengan sektor perkebunan. Kolaborasi ini, selain mampu memangkas ongkos pakan, juga membuka ruang ekonomi baru bagi para petani sawit.

“Dengan pendekatan simbiosis mutualisme antara peternakan dan perkebunan, kita tidak hanya menghemat biaya, tapi juga menciptakan lapangan kerja dan memperkuat ketahanan pangan,” jelas Hasanuddin.

Lebih jauh, ia mendorong agar pemerintah daerah, pelaku usaha, hingga kalangan akademisi bersatu menyusun langkah konkret untuk merealisasikan swasembada daging di Kaltim. Baginya, cita-cita tersebut bukan sekadar wacana, asalkan ada kemauan bersama untuk berinovasi dan bergerak maju.

“Swasembada daging di Kaltim itu sangat mungkin dicapai. Kuncinya adalah kolaborasi dan keberanian berpikir di luar pola lama,” tandasnya. (Adv/Rob/Bey)