Timeskaltim.com, Samarinda – Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Fuad Fakhruddin menyoroti masih besarnya kesenjangan dalam akses dan kualitas pendidikan, terutama di wilayah pedesaan serta bagi kelompok penyandang disabilitas. Menurutnya, pemerintah wajib untuk memastikan hak pendidikan yang setara bagi seluruh lapisan masyarakat, tanpa terkecuali.
Ia menegaskan, bahwa pendidikan bukan sekadar media transfer ilmu pengetahuan, melainkan ruang pembentukan karakter yang harus berakar pada nilai ketuhanan dan budaya lokal. Oleh karena itu, pemerataan akses pendidikan yang berkualitas di daerah terpencil menjadi urgensi yang tidak bisa ditawar lagi.
“Negara wajib hadir secara adil. Pendidikan di pelosok harus mendapatkan perhatian yang sama dengan perkotaan. Lembaga pendidikan bukan hanya tempat belajar, tapi tempat membentuk jati diri bangsa,” ujar Fuad, Selasa (29/07/2025).
Meski mengapresiasi berbagai upaya Pemerintah Provinsi Kaltim dalam sektor pendidikan, ia menilai masih terdapat ketimpangan nyata dalam pemerataan tenaga pengajar bersertifikasi dan ketersediaan sistem pembelajaran yang adaptif di daerah-daerah pedalaman.
Fuad juga mendorong agar pendidikan di Kaltim lebih menonjolkan identitas daerah dengan memasukkan unsur seni dan budaya lokal dalam kurikulum. Ia menyampaikan, budaya tidak boleh hanya dianggap sebagai pelengkap, melainkan fondasi utama dalam pembentukan karakter generasi muda.
“Kurikulum yang kuat harus merangkul warisan budaya lokal. Ini penting untuk membentuk jati diri anak-anak kita agar tidak tercerabut dari akar budayanya,” katanya.
Selain itu, Fuad menegaskan, bahwa pendidikan inklusif harus menjadi prioritas, dengan kehadiran kebijakan afirmatif dan dukungan anggaran yang memadai bagi penyandang disabilitas, anak terlantar, komunitas adat, hingga korban bencana. Mereka menilai, kelompok-kelompok rentan ini masih sering terabaikan dalam perencanaan pembangunan pendidikan di daerah.
“Kita tidak boleh membiarkan mereka terpinggirkan. Pemerintah harus mengalokasikan anggaran yang berpihak dan memastikan semua anak memiliki kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan,” tegas Fuad.
Di tengah perkembangan teknologi, transformasi digital dalam dunia pendidikan juga menjadi perhatian Politisi Partai Gerindra itu, ia mendorong Pemerintah Provinsi Kaltim untuk mempercepat penerapan teknologi digital, baik dalam sistem pembelajaran maupun layanan pendukung lainnya, sebagai bagian dari strategi utama menghadapi tantangan global.
“Pendidikan saat ini menuntut kompetensi global, namun tidak boleh melupakan akar budaya lokal. Digitalisasi harus berjalan seiring dengan pelestarian identitas daerah, serta menyentuh kelompok-kelompok yang selama ini tertinggal,” pungkasnya. (Adv/Rob/Bey)












