Timeskaltim.com, Samarinda – Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur pada APBD 2024 tercatat mencapai Rp2,59 triliun.
Angka besar ini mendapat sorotan tajam dari DPRD Kaltim, khususnya Badan Anggaran (Banggar), yang menilai bahwa hal tersebut, mencerminkan lemahnya pelaksanaan program pemerintah.
Anggota Komisi IV, Damayanti, menjelaskan bahwa tingginya Silpa menunjukkan adanya anggaran yang tidak terserap secara maksimal hingga akhir tahun anggaran.
“Silpa bukan sekadar angka. Itu berarti ada hak masyarakat yang tertahan karena program tak berjalan sebagaimana mestinya. Ini harus jadi catatan penting dalam perencanaan ke depan,” tegas Damayanti, pada Senin (29/7/2025).
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini, menilai bahwa penyebab utama tingginya Silpa adalah perencanaan yang kurang matang, serta eksekusi program yang berjalan lambat. Sehingga hal tersebut membuat sejumlah kegiatan gagal terealisasi.
“Kalau Silpa muncul karena kegiatan tidak berjalan, itu masalah serius. Pemerintah wajib melakukan evaluasi total,” tegasnya.
Kendati demikian, ia tetap memberi catatan positif terhadap Silpa yang terbentuk, dari efisiensi penggunaan anggaran atau peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Kata dia, hal itu sebagai bentuk penghematan dan tata kelola anggaran yang lebih bijak.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa pendapatan daerah sebenarnya menunjukkan tren positif.
Karena realisasi PAD 2024 mencapai Rp10,23 triliun atau 102,53 persen dari target. Namun, serapan anggaran pada sisi belanja masih dianggap belum optimal bila dibandingkan dengan capaian pendapatan tersebut.
Oleh karena itu, sebagai langkah korektif, DPRD melalui Banggar meminta Pemprov Kaltim memperkuat sistem perencanaan dan pengawasan anggaran.
Tujuannya, agar pelaksanaan program pembangunan tidak tersendat dan manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Catatan Banggar ini kami harapkan jadi bahan evaluasi. Harus ada pembenahan menyeluruh untuk meminimalkan Silpa yang tidak produktif di tahun-tahun mendatang,” tutupnya. (Adv/Has/Bey).












