Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
AdvertorialDPRD Kaltim

Firnadi Ikhsan Sebut Fasilitasi Pelatihan Gratis bagi Guru Ngaji se-Kukar, Dorong Standarisasi Pengajaran Al-Qur’an

121
×

Firnadi Ikhsan Sebut Fasilitasi Pelatihan Gratis bagi Guru Ngaji se-Kukar, Dorong Standarisasi Pengajaran Al-Qur’an

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD Kaltim, Firnadi Ikhsan. (Roby Sugiarto/Timeskaltim)

Timeskaltim.com, Samarinda – Komitmen terhadap penguatan pendidikan Al-Qur’an terus diperlihatkan oleh anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) dari daerah pemilihan Kutai Kartanegara (Kukar), Firnadi Ikhsan. Melalui program pelatihan yang digagasnya, Firnadi memastikan bahwa seluruh proses belajar-mengajar Al-Qur’an, mulai dari tingkat dasar hingga pelatihan bersertifikat nasional, disediakan secara gratis bagi masyarakat.

“Semua pelatihan kami fasilitasi tanpa pungutan biaya, mulai dari pembelajaran dasar sampai sertifikasi nasional metode pengajaran,” ungkap Firnadi, pada Rabu (23/07/2025).

Program ini dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Rumah Belajar Cahaya Qur’an Kukar, serta menghadirkan pelatih dari Ummi Foundation Wilayah Kalimantan, Ustad Hadiyatullah. Pelatihan ditujukan bagi para ustaz dan ustazah yang aktif di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) se-Kukar.

Melalui wadah Rumah Aspirasi Firnadi Ikhsan, masyarakat diberi akses luas untuk terlibat dalam pembelajaran maupun pengajaran Al-Qur’an secara profesional. Beragam metode pengajaran disiapkan, seperti Ummi, Qiroati, dan Tilawati, serta dapat dikombinasikan dengan pendekatan lainnya sesuai kebutuhan lokal.

“Kami ingin para pengajar TPQ bisa memperoleh sertifikasi agar sistem pembelajarannya standar dan berkualitas. Tempat, pelatih, hingga fasilitas kami sediakan, semuanya gratis,” jelasnya.

Firnadi juga menyoroti pentingnya peran para guru ngaji sebagai pilar utama dalam membentuk karakter anak sejak dini. Namun, ia menyayangkan bahwa dedikasi mereka kerap belum dihargai secara layak, baik dari segi insentif maupun pengakuan formal.

“Anak-anak bisa hafal doa, surat pendek, dan hadis sejak kecil. Tapi para ustaz dan ustazah yang membimbing mereka sering kali hanya menerima honor seadanya,” tuturnya.

Melalui pelatihan ini, Firnadi berharap akan lahir lebih banyak guru ngaji bersertifikat yang mampu mengajar dengan metode yang tepat dan sesuai standar nasional. Fokus utamanya adalah memperkuat kualitas pendidikan Al-Qur’an di wilayah Kutai Kartanegara secara merata.

“Ini bagian dari tanggung jawab moral kita. Pendidikan Al-Qur’an harus terus dijaga kualitasnya, dan kami siap menjadi bagian dari proses itu,” pungkasnya. (Adv/Rob/Bey)